Trading Saham Options Selling Dengan Probabilitas Tinggi

Trading Saham Options Selling Dengan Probabilitas Tinggi

Apakah bisa trading saham Options Selling dengan probabilitas tinggi? Saya jadi teringat pengalaman di masa lalu, sekitar 12 tahun ke belakang. Saat itu, options adalah instrumen investasi pertama yang saya pelajari, namun selain Options masih banyak lagi yang dipelajari misalnya adalah trading Forex,dan saham di Indonesia, akan tetapi ketertarikan mempelajari Options terus ada sehingga akhirnya menemukan bahwa Options dibagi dalam 2 kategori yaitu Options Buyer dan Options Seller (Options Selling).

(Baca : apa itu optionstawar saham dan dapatkan profitnya, apakah bisa trading for livingtrading santai profit konsisten dengan options sellingdasar trading options sellingcara membatasi kerugian saat saham turun)

Dan sekarang alasannya kenapa saya fokus pada Options terutama Options Selling sebagai instrumen pilihan saya? Alasannya sama juga, Probability atau probabilitas. Lah koq gitu, bedanya apa dong? Tak lain adalah karena probability keberhasilan yang dihasilkan pada trading options selling dengan metode yang tepat ternyata sangatlah tinggi dan signifikan sehingga trading saham dengan probabilitas tinggi tidaklah mustahil dengan menggunakan kombinasi saham dan options selling atau hanya options selling saja tanpa trading saham dibandingkan dengan trading options sebagai buyer. (Options Buyer)

Nah, mungkin banyak diantara teman-teman yang berpikir: “Loh koq bisa begitu? Apa pentingnya probability? Dan seberapa signifikan perbedaan probability yg kita butuhkan?” Mungkin ada baiknya saya share pengalaman saya dalam mencari kebenaran di dunia trading ini.

Sewaktu saya pertama belajar investasi dan trading, selalu ada sesuatu yg mengganjal. Karena banyak yg pihak awam yang mengaitkan trading bukan sebagai investasi, tapi sebagai bentuk lain dari perjudian. Penyebabnya adalah bahwa kita harus selalu berhadapan dengan probabilitas. Kalo nggak kalah ya menang, 50-50 lah. Begitu yang ada di pikiran mayoritas orang yg awam tentang trading.

Sewaktu awal saya belajar options 12 tahun lalu, tentu saya punya pemahaman yang sama, dan kagetnya, saya berpikir bahwa trading koq susah amat, malah lebih susah dari perjudian. Karena kesimpulan yang saya ambil itu bahwa probabilitynya sudah bukan 50-50 lagi, tapi malah lebih rendah.

Hal ini adalah karena selain kita melawan market, kita juga melawan waktu, maka kita seolah2 menjadi petinju yang dikeroyok 2 lawan tanding di ring. Yaitu melawan market dan penyusutan waktu. Bila diibaratkan pertandingan tinju, pada tiap trade kita, kita serasa seperti Floyd Mayweather yang biarpun seorang petinju hebat, tapi kita dipaksa melawan Manny Pacquiao dan Connor Mcgregor di Ring. Dalam trading, kita bisa saja sebelum akhir kontrak mengalahkan market dengan analisa kita, tapi semuanya itu useless karena nilai options kita sudah sangat tergerus oleh penyusutan waktu. Istilahnya kita boleh saja pada akhirnya membuat KO Pacquiao dengan hook kiri kita, tapi kemudian kita kalah dihajar McGregor karena kita sudah kehabisan stamina. Sungguh menyedihkan.

Illustrasi kita melawan 2 orang

Selain itu dalam dalam dunia pertaruhan, ada ending time yg fixed, sementara disini tidak ada. Bila pengambilan profit tidak tepat, maka akan ada gap signifikan dalam profit dan loss. Jadi seolah dalam 1 trade, ada 2 pertaruhan.

Hal ini tentunya menyebabkan probabilitas kemenangan kita bisa di bawah 50% (lima puluh persent) dan bila dalam tiap trade probabililitas kemenangan kita di bawah 50%, bagaimana kita bisa konsisten profit?

Hausnya pengetahuan saya di dunia probabilitas membawa saya pada berbagai penelitian yg dilakukan oleh fakultas matematika di dunia dalam mengorek kebenaran dalam dunia probabilitas ini. Ada 3 fakta yang sangat menarik, yg membuktikan bahwa agar trading kita nyaman dan bebas stress, maka kita butuh probabilitas tinggi dalam trading. Dan hal ini membuktikan bahwa apa yang kita pikirkan mengenai probabilitas, seringkali berbeda dari kenyataan di lapangan, apalagi dalam trading.

Fakta pertama trading saham dengan probabilitas tinggi

adalah mengenai persepsi awam bahwa dalam realita, probabilitas kemenangan 50%- 50% adalah sesuatu yg seimbang, berarti dalam trading juga sama

Tapi apakah hal ini benar? Coba kita ambil contoh sederhana yang representatif yaitu dalam pelemparan uang logam (coin toss). Jadi secara di atas kertas, pelemparan uang logam memiliki probabilitas 50-50, yaitu Head  atau Tail, atau di negara ini adalah gambar dan angka.

Dalam menjelaskan fenomena ini, seorang profesor matematika akan menyuruh mahasiswanya menuliskan berdasarkan persepsi mereka, seperti apa yang terjadi bila sebuah uang logam dilempar 200x dan umumnya mereka membuat suatu tabel dimana dalam 200 lemparan itu akan ada 100 heads dan 100 tails. Yang menarik disini secara instingtual mereka membuat dalam tabel tersebut bahwa pola yg muncul adalah bergantian antara head dan tail, bila ada yg berulang paling 3x, atau 4x maksimal.

Lalu akan dilakukan simulasi secara real baik yaitu dengan coin toss sungguhan ataupun dengan simulasi komputer untuk membandingkan dengan tabel yang mereka buat. Ternyata fakta yang terjadi adalah berbeda dengan tabel yang mereka pikirkan secara instingtif. Ternyata 1 permukaan koin itu munculnya sering sekali berturut2. Satu permukaan sering muncul berkali2 bahkan sampai 6x muncul, baru berganti permukaan lain yg muncul berturut2 juga. Probabilitas untuk satu permukaan muncul 6x berturut2 adalah 68% dalam 200 lemparan, dan untuk 5x berturut2 adalah 99% dalam 200 lemparan.

(salah satu contoh: kepala muncul 6x, setelah diselingi angka sebanyak 1x, lalu kepala muncul 6x lagi dalam simulasi 200 lemparan)

Makanya kadang seorang penjudi roulette berpikir, ah hitam sudah keluar 5x, berarti berikutnya merah. Dan ternyata hitam malah keluar terus sampai 10x dan habis uangnya karena dari simulasi coin toss yang bahkan biarpun sudah dipersempit cuma 11x lemparan per simulasi, dari 1.024.000 pelemparan koin, selalu ada 1 permukaan yang bisa muncul 10x berturut2.

Hal ini sangat membuktikan bahwa probabilitas tinggi sangatlah penting, karena misalnya saat probabilitas berimbang yaitu 50-50, dalam 200 trade kekalahan kita bisa terjadi berturut2 sampai 6x di awal. Bahkan setelahnya cuma profit 1x, lalu loss lagi 6x.

Illustrasi simulasi 20 orang coin toss sebanyak 40x. H = Heads. T = Tails

Terlihat banyak sekali 1 permukaan muncul berkali-kali, bahkan sampai 9x berturut- turut. Fakta ini bertentangan dengan instingtual kita sebagai orang awam. Selain itu faktanya balance 50-50 itu belum tentu bisa tepat 50% bila hanya sedikit trade, tapi hanya bisa didapat dari ratusan trade, agar law of large numbers tercapai seperti yang disimulasikan dalam coin toss berikut ini:

Dari simulasi 20 orang yang melakukan 100 coin toss ini, dapat disimpulkan bisa saja kita hanya win di bawah 50% atau bahkan hanya 40%, walaupun secara teoretis probability kita 50-50

Jadi apabila kita menggunakan system compounding dan tiap trade meresikokan misalnya 2-5% dan kita loss berturut2 di awal misal, maka akan terbentuk big hole dalam account kita yang menyebabkan kita sulit untuk recover.

Apalagi terdapat kenyataan bahwa seringkali walaupun kita bilang trade kita probability profitnya 50-50 atau 60-40 tapi pada dasarnya belum tentu 50-50 ataupun 60-40 seiring perjalanan waktu (yang akan saya kemukakan dari fakta kedua), karena ada faktor randomness, sehingga untuk menjadi trader konsisten yang dapat rutin withdraw, maka probability trading kita wajiblah signifikan tingginya.

Fakta kedua Trading Saham dengan probabilitas tinggi

Adalah adanya fluktuasi dalam probabilitas yang menyebabkan probabilitas tinggi pun bisa menjadi rendah sewaktu-waktu. Fakta ini saya pahami melalui simulasi matematis tentang pewarisan genetika mata berwarna biru dan mata berwarna cokelat pada suatu populasi tertentu. Dalam simulasi ini diumpamakan bahwa satu gen saja yang menentukan warna mata dan pada tiap orang memiliki 2 allele yang menentukan warna mata. Allele tersebut diumpamakan hanya memiliki 2 varian, yaitu allele mata coklat dan allele mata biru.

Pada simulasi ini allele mata coklat memiliki gen yang dominan. Juga tiap orangtua baik ibu maupun ayah hanya bisa mewariskan 1 allele saja dari 2 allele yang mereka miliki. Jadi bisa terbentuk 3 kombinasi allele pada anak. Bila allele seseorang adalah biru dan biru, maka mata orang tersebut adalah biru. Bila seseorang memiliki allele biru dan coklat, maka matanya coklat. Dan bila allele yang dimiliki adalah coklat dan coklat, maka matanya coklat. Dikemukakan bahwa walaupun dalam pewarisan gen berlaku prinsip ekuilibrium Hardy Weinberg yang menyatakan bahwa frekuensi genotip pada sebuah populasi adalah konstan, tetapi karena segala sesuatu di realita ini dipengaruhi faktor randomness dari probabilitas, fluktuasi pasti terjadi.

Demografi  pewarisan allele pada contoh ini. Biarpin 60 % Allele adalah coklat, dan 40% adalah biru. Namun karena allele coklat dominan, maka populasinya adalah 84% mata coklat, 16% mata biru.

Jadi dilakukan simulasi pada suatu populasi kecil dimana proporsi allele adalah 40% bagi allele biru dan 60% allele coklat. Yang bila dijabarkan, maka 36% populasi memiliki allele coklat-coklat, 48% coklat biru, dan 16% biru biru (yang berarti bermata biru). Kita lalu  akan melakukan simulasi kelahiran anak secara random. Pada simulasi pertama, 16% manusia bermata biru populasinya akan naik turun dan lalu setelah 50 generasi, maka mereka punah. Hal ini murni karena faktor random saja, sehingga fluktuasi adanya populasi mata biru akan berubah. Lalu disimulasikan 20x lagi. Ada yang dengan cepat punah, ada yang baru punah setelah 100 generasi. Tapi ada pula beberapa kejadian yang hanya karena faktor randomness saja, populasi mata biru menjadi dominan, dan tak ada lagi yang bermata coklat. Bayangkan dari 16% menjadi 100%. Jadi hanya karena faktor fluktuasi yang random dan genetic drift, populasi berwarna coklat bisa punah.

Dua contoh dimana populasi mata biru yang awalnya 16% (0.16), kemudian menjadi 100% (1.00), yang berarti populasi mata coklat yang dominan sebanyak 84% bisa saja punah karena populasi mata biru yang jauh lebih sedikit

Pada percobaan berikutnya, kita perbesar populasi menjadi 2000 orang dengan proporsi allele yang sama seperti pada tabel. Pada simulasi ini juga bisa terdapat fluktuasi dimana manusia bermata biru meningkat populasinya, lalu menurun, dan setelah 10.000 generasi terdapat lebih banyak manusia dengan allele biru biru (allelle yg awalnya 16%) daripada manusia dengan allele coklat coklat (yang awalnya 36%). Jadi pada populasi besar pun, salah satu bisa mendominasi populasi lain biarpun hanya karena faktor randomness semata.

Jadi kesimpulanya pada kasus ini adalah biarpun ada dominasi 84% populasi bermata coklat, dan hanya 16% bermata biru, dimana proporsi allele coklat berbanding biru adalah 60% berbanding 40%, ternyata bisa dilengserkan oleh faktor randomness alamiah yg menyebabkan populasi bermata coklat yg proporsinya 84% malah akhirnya punah dan didominasi oleh mata biru. Walaupun ada pula simulasi yang membuktikan bahwa populasi mata biru dengan proporsi 16 % bisa sangat cepat punah hanya dalam beberapa generasi saja. Dan juga pada populasi besar dimana law of large numbers berlaku dan harusnya terjadi keseimbangan, ternyata dominasi dari mata biru pun bisa terjadi karena faktor randomness ini.

Hal ini menyebabkan saya mengambil kesimpulan bahwa probabilitas yang kita miliki dalam trading tidak boleh setengah setengah. Karena berlaku faktor randomness alamiah dimana probabilitas kita yang tinggi pun bisa berfluktuasi menjadi rendah, dan account tetap bisa punah. Bila probabilitas trading kita sudah besar pun, wajib kita terus berhati-hati karena apabila randomness yang berbahaya ini terjadi, akan terjadi penurunan signifikan yang membuat account kita sulit untuk recover.

Fakta ketiga

Adalah bahwa menurut simulasi dan penelitian matematis pada para penjudi roulette, 61% dari 200 penjudi akan mengalami surplus pada 35 pertaruhan pertamanya, namun akan berlaku law of large numbers dimana pertambahan atau pengurangan uangnya akan sesuai dengan probabilitas yg dia punya (EV).

Namun pada dasarnya para 61% pemenang itu hanya surplus sebanyak 1 pertaruhan saja. Sementara sisa 39% yg lain mayoritas habis semua uangnya.

Rumus Expected Value (EV), yang selalu berlaku pada segala instrument yang melibatkan probabilitas

Jadi karena law of large numbers yang mutlak bagi segala sesuatu yg berhubungan dengan probabilitas, maka lagi2 diperlukan system trading yg kuat dan terbukti berprobabilitas tinggi agar bisa konsisten profit. Faktor hoki di awal trade  jelas tak bisa diandalkan, karena bila kita terus menerus trade, akumulasi profit & loss dalam trading kita akan menyesuaikan dengan probabilitas dan risk reward kita berdasarkan law of large numbers. Itupun bila faktor randomness tidak membuatnya berfluktuasi.

Jelas dari semua fakta dan penelitian universitas matematika ini, probabilitas adalah faktor yang luar biasa vital dalam trading. Jelas bila probabilitas anda hanya 50%-50%, tentu faktor loss/ kerugian berturut2 seperti dalam contoh coin toss akan merusak account anda.

Selain itu, faktor hoki tidak akan menolong anda karena selalu berlaku law of large numbers bila anda semakin sering melakukan trading walaupun bisa saja anda pada trading-trading pertama anda bisa profit karena keberuntungan semata. Sehingga probabilitas profit kita sepantasnya wajib setinggi mungkin. Apalagi karena pada contoh evolusi mata biru, barpun secara probabilitas anda unggul, anda harus tetap mempertimbangkan terjadinya faktor randomness yang bisa saja membuat  account anda punah.

Jadi kita kembali kembali ke pertanyaaan awal saya: “Mengapa saya memilih option selling?” Karena disini probability yg kita terapkan luar biasa tinggi, yang bahkan bisa kita ketahui dari awal trade, dan diakselerasi lagi dengan metode managing winners yang mumpuni. Sehingga probability kita bahkan bisa lebih tinggi dari yg telah kita hitung secara statistikal matematis.

Tentulah hal ini jauh lebih nyaman daripada seperti pengalaman pembelajaran pertama saya yaitu dimana kita seperti melawan 2 (dua) orang sekaligus yg berarti winning probability akan menjadi jelek karena adanya faktor penyusutan waktu sehingga dengan semakin lama waktu berjalan maka probabilitas winning trade kita semakin jelek dan tidak mustahil bisa kita akan mengalami kerugian

Selain itu, karena faktor psikologis adalah faktor penting dalam trading, karena loss kita sangat jarang, psikologi trading kita terjaga. Karena di atas kertas, seorang trend traders mudah saja mengatakan bahwa biarpun mereka bisa saja kalah berturut, tapi mereka bisa mendapat profit yg berkali2 lipat dari loss. Seringkali yg terjadi malah terbentuk ketakutan akan trading karena account yg tersisa jauh di bawah 100%, sehingga proporsi profit yg ada tak signifikan berbanding dengan loss berturut2 tersebut.

                Demikianlah pembahasan mengenai mengapa kita butuh probabilitas tinggi dalam trading dan trading saham options selling dengan probabilitas tinggi dikarenakan itu semua saya temukan dari Options Selling, semoga bermanfaat.

Penulis : L.D  Alumni Batch I

Materi diatas akan dibahas pada acara di bawah ini:

Seminar Options Selling @Jakarta

Topic:

“Cara Smart Trading Saham dan Options di Bursa Saham Amerika”

Venue : Jakarta

.