Memilih Broker Options Indonesia Di Jakarta

Memilih Broker Options Di Jakarta

Bagaimana memilih Broker Options di Jakarta yang legal? Investasi saham sedang banyak diminati oleh kalangan muda. Baik investasi saham untuk jangka panjang ataupun yang bertujuan jangka pendek alias trading. Anak muda sekarang sudah mulai melek saham, tidak sedikit yang menyisihkan uang jajan mereka untuk keperluan menabung saham. Ada pula yang digunakan untuk jual beli atau trading. Ketika harga saham anjlok atau turun adalah saat yang tepat untuk membeli. Begitu harga saham naik, langsung dijual dan mendapatkan keuntungan.

Cara berinvestasi saham di Indonesia tidaklah sulit. Anda cukup mencari perusahaan sekuritas sebagai perantara untuk didaftarkan ke pasar saham. Besaran investasinya beragam, ada beberapa perusahaan sekuritas di Indonesia yang menyediakan fasilitas pembukaan rekening saham mulai dari Rp 100.000. Ada pula yang mematok Rp 3.000.000 sampai dengan Rp 100.000.000 untuk pembukaan awal rekening saham.

Saham memang menjanjikan untuk investasi jangka panjang. Kendati ada juga yangberinvestasi saham untuk keperluan jangka pendek. Jika ingin berinvestasi, Anda bisa memilih akan berinvestasi jangka pendek atau jangka panjang.

Investasi Saham Bukan Perkara Sulit

Berinvestasi saham sekarang lebih mudah. Kita tidak perlu datang ke kantor bursa efek untuk mendaftarkan diri sebagai investor. Bahkan bisa melalui sistem online. Artinya, jika Anda tidak tinggal di Indonesia, Anda juga bisa untuk menjadi investor di bursa efek Indonesia. Asal memenuhi syarat yang diberikan oleh perusahaan sekuritas. Perusahaan sekuritas di Indonesia akan meminta investornya untuk menginstall aplikasi. Dari situlah nantinya si investor akan mengontrol naik turunnnya saham. Investor pula yang memutuskan untuk membeli atau menjual saham yang dia inginkan.

Ada pula yang menggunakan jasa dari trader untuk mengontrol naik turunnya saham. Biasanya ini dilakukan oleh mereka yang memiliki dana besar. Investasi saham di Indonesia bisa dibilang cukup diminati. Banyak orang yang sudah mulai melek, dan ikut berinvestasi di perusahaan-perusahaan Indonesia. Meskipun dalam jumlah kecil. Lalu, bagaimana dengan investasi saham luar negeri, apakah kita orang Indonesia bisa juga memilikinya?

Trading Saham Luar Negeri

Tidak sedikit investor Indonesia yang juga melirik saham luar negeri. Tentu saja tidak dapat dibeli di bursa saham Indonesia. Investasi saham luar negeri banyak dilirik, karena keuntungannya lebih besar. Kendati harganya lebih mahal ketimbang harga saham di Indonesia ( Baca : trading saham luar negeri modal kecil)

Terlepas mahal atau tidaknya harga saham di luar negeri, seperti Amerika Serikat. Cara membeli atau berinvestasi saham pun cukup mudah. Hampir sama dengan berinvestasi saham di Indonesia. Pertama, si calon investor harus terlebih dahulu membuka rekening dana nasahab pada perusahaan sekuritas setempat. Ada persyaratan yang harus dilengkapi. Apalagi jika investor bukan warga negara setempat.

Jika Anda tertarik, tidak perlu jauh-jauh datang ke negara tujuan. Misalnya saja Anda tertarik untuk berinvestasi saham di bursa Amerika. Anda cukup mendaftarkan diri secara online dan menginstall software tertentu yang digunakan untuk memantau pergerakan saham di Amerika Serikat. ( Baca : cara trading saham online untuk pemula di Jakarta )

Besaran minimal saham yang harus dibeli pun sama dengan di Indonesia akan tetapi di Bursa Saham Amerika perhitungan dapat membeli saham dalam satuan lembar, jadi jangan kaget ketika ada orang yang mempunyai 1000, di bursa Amerika itu maksudnya adalah 1000 lembar, bukan 1000 lot. Hitung-hitungannya pun sama, nominal saham yang dibeli masih ditambahkan dengan fee broker. Nah, fee broker inilah yang berbeda jumlahnya antara broker satu dan lainnya.

Broker Saham Luar Negeri Di Indonesia

Tidak semua perusahaan sekuritas bisa mengakses bursa saham luar negeri seperti Wall Street di Amerika Serikat. Bahkan perusahaan sekuritas internasional pun ada yang hanya bisa mengakses satu negara ada pula yang bisa mengakses beberapa negara. Jika Anda tertarik untuk berinvestasi saham luar negeri disarankan untuk mencari broker internasional yang memiliki akses lebih dari satu kantor bursa.

Ada dua broker atau perusahaan sekuritas yang bisa jadi pilihan Anda apabila tertarik berinvestasi di luar negeri. Kedua perusahaan ini memiliki akses ke kantor bursa global, termasuk juga Wall Street Amerika Serikat dan beberapa kantor bursa luar negeri lainnya. Tentunya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Anda bisa memilih mana yang sesuai dengan keinginan dan juga kebutuhan Anda.

Ada dua broker options luar negeri yang dianjurkan, apabila Anda ingin mencoba trading saham luar negeri. Dua sekuritas ini memiliki akses ke bursa saham beberapa negara, kecuali Indonesia. Istimewanya, Anda bisa memiliki real account sendiri tanpa harus melalui perantara. Artinya keputusan ingin membeli atau menjual saham sepenuhnya ada di tangan investor. Menarik, bukan?

 Berikut ini adalah sekuritas luar negeri yang bisa jadi pilihan.

  1. Interactive Brokers (IB)

Sekuritas asal Amerika Serikat ini juga memiliki akses ke bursa saham seluruh dunia, kecuali Indonesia. Perusahaan ini juga bisa mengakomodir kebutuhan Anda yang ingin trading forex, valas, saham luar negeri. Hanya dibutuhkan satu akun untuk dapat mengakses bursa saham di seluruh dunia. Cara mendaftarnya tidaklah sulit. Anda hanya perlu mengakses website IB ( www.interactivebrokers.com.au)  kemudian melengkapi persyaratan yang telah ditentukan. Jangan lupa sertakan alat surat elektronik yang valid, kemudian Anda akan mendapat kiriman passoword dan user name apabila telah terverifikasi.  

Kelebihan IB lainnya adalah adanya pengamanan ganda pada user name Anda. Nasabah atau investor hanya bisa menarik dana sesuai dengan nama yang teregistrasi di akun. Jadi, Anda tak perlu khawatir terjadi pembajakan dan sejenisnya. Selain itu ada juga IB Key yang  memberikan pengamanan ganda pada akun Anda.

  1. Tastywork

Perusahaan sekuritas luar negeri ini juga jadi favorit karena bisa mengakses bursa saham di seluruh dunia. Bahkan nasabah juga bisa menginstall aplikasi di telepon selular mereka, sehingga memudahkan untuk mengontrol naik turunnya harga saham dunia. Untuk membuka akun rekening saham pun tak terlampau sulit. Anda hanya perlu mendaftar di website resmi tastywork.com dan mengikuti langkah-langkah selanjutnya.

Menariknya lagi, perusahaan sekuritas ini tidak membebankan komisi atau fee untuk penjualan saham yang dilakukan oleh nasabah atau investor. Informasi penting lainnya adalah tastywork ini memegang lisensi SIPC, FINRA, dam NFA sehingga Anda tak perlu khawatir dengan dana yang disimpan di sana.

Masih ada beberapa sekuritas saham luar negeri lainnya yang sebetulnya bagus. Akan tetapi tidak bisa diakses di Indonesia. Hanya dua perusahaan sekuritas itulah yang ada di Indonesia dan digunakan oleh para trader Indonesia yang tertarik untuk jual beli saham asing.

Yuk, Pahami Istilah Trading Saham Luar Negeri

Investor saham Indonesia sekarang ini lebih mudah dalam mempelajari istilah terkait saham. Ada berbagai buku yang bisa dirujuk. Bahkan lebih mudah lagi ada banyak akun media sosial yang membahas khusus terkait saham. Tak heran semakin banyak anak muda Indoneisia tertarik untuk berinvestasi saham karena belajarnya pun semakin mudah dan dekat dengan mereka.

Untuk Anda yang tertarik berinvestasi saham di luar negeri baik untuk trading ataupun jangka panjang, wajib lho untuk mempelajari istilah-istilah yang sering digunakan. Sebetulnya tak jauh berbeda, hanya saja ada beberapa istilah yang perlu tahu dan dipelajari secara mendetail. Pasalnya, sekuritas Anda berada jauh di luar negeri. Bahkan bisa jadi Anda tak pernah bertemu dengan broker Anda.

  1. Options

Istilah options ini lazim digunakan di Amerika Serikat. Options adalah produk derivatif dari saham, index, dan future. Termasuk juga future mata uang, komoditi, dan reksadana online yang diperdagangkan di wall street. ( BACA : Apa itu Optionskeuntungan terbaik menjadi options sellerprofit konsisten di bursa saham amerika dengan options selling)

Selain itu, options juga bisa dipahami sebagai menyewakan saham yang dimiliki di bursa. Pemilik bisa saja sewaktu-waktu menjual tanpa ada pinalti, denda, atau semacamnya. Namun selama masa sewa dan masa jual tersebut penyewa saham akan aman karena akan tetap mendapatkan keuntungan atau kerugian dari saham tersebut.

Sebagai investor, Anda juga bisa membeli saham dan menyewakan saham Anda tersebut pada options. Tentunya sebagai imbal balik, Anda berhak mendapatkan laba apabila saham tersebut naik. Sewa options ini menjadi alternatif para investor apabila terjadi penurunan harga saham secara signifikan. Kita bisa menggunakan jasa broker untuk menaruh kita sebagai investor di market, seperti halnya ketika kita membeli saham di bursa saham Indonesia.

Options Selling dikenal sebagai trading dengan probabilitas tinggi bahkan bisa mencapai hingga 95%, jadi artinya hanya 5% yang bisa menyebabkan seorang trader dapat rugi, silahkan baca : trading saham options dengan probabilitas tinggi

 

  1. Binary Options

Berbeda dengan options, binary options membutuhkan nyali besar untuk bermain saham atau mata uang yang dikenak istilah FOREX.  Pasalnya sebagai trader, kita berpacu dengan waktu dan berspekulasi dengan naik atau turunnya harga saham yang menjadi incaran. Misalnya saja dalam 15 menit ke depan, Anda memperkirakan saham perusahaan X akan naik angkanya. Maka Anda bersiap untuk menjual saham yang dimiliki. Ternyata prediksi Anda benar adanya, maka profit atau keuntungan akan didapat berlipat ganda. Namun Binary options ini benar-benar membutuhkan kejelian dan pengalaman. Selain itu, juga sangat tidak disarankan untuk pemula, karena tidak ada jaminan keamanan terkait dana yang dimiliki. Lain halnya dengan options, yang hitungannya tersistematis dan mempunyai bursa options sendiri yang dikenal dengan nama CBOE

Waktu yang dibutuhkan untuk memperkirakan harga saham naik bisa sampai satu menit bahkan 30 hari. Tergantung seberapa tinggi tingkat keserakahan tradernya

Sebagai investor tentunya Anda berhak untuk memilih jenis trading mana yang sesuai dengan Anda. Namun tentunya disesuaikan juga dengan waktu dan tenaga Anda. Pasalnya tidak semua orang tertarik, namun tidak punya banyak waktu untuk memantau pergerakan harga saham. Apalagi saham di luar negeri.

Sebagai pemula, sebelum beranjak menjadi investor saham di luar negeri bisa juga untuk mempelajari cara berinvestasi saham di dalam negeri terlebih dahulu. Bisa sebagai pemanasan dan menjadi pintu masuk untuk menjadi trader internasional. Sebagian besar trader internasional mengawali karier mereka dengan menjadi investor saham di dalam negeri. Dengan demikian, kita akan menjadi tahu pertumbuhan ekonomi dunia dan luar negeri.

Dengan mengetahui pertumbuhan ekonomi di luar negeri, termasuk negara-negara kuat seperti Amerika Serikat, kita akan menjadi tahu prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Caranya adalah dengan menjadu trader saham luar negeri. Bagaimana Anda tertarik. Jika memang tertarik, Anda bisa belajar secara online ataupun seminar yang diselenggarakan di ruang offline, seperti kelas atau seminar saham luar negeri. Anda akan mendapatkan banyak masukan dan pengetahuan di sana.

Belajar Trading Saham Luar Negeri

Apabila Anda tertarik untuk menjadi trader luar negeri, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Pertama, pahami seluk beluk jual beli saham di pasar saham luar negeri pastinya anda harus bisa memilih broker options luar negeri Anda bisa belajar melalui seminar options yang diadakan oleh lembaga tertentu secara online ataupun offline.

Salah satu yang wajib Anda pelajari adalah options selling, karena sangat berguna untuk trading saham luar negeri. Tidak perlu banyak strategi, cukup 1 atau 2 strategi saja untuk bisa mencapai profit.

Ada beberapa lembaga yang mengadakan workshop seputar options selling. Ini bisa Anda lakukan sebelum memilih perusahaan sekuritas. Dalam workshop biasanya juga akan diberikan piihan perusahaan sekuritas beserta kekurangan dan kelebihannya. Hampir sama dengan bursa saham di indonesia, Anda akan diberikan training terkait technical analysis, terkait bagaimana memilih emiten yang tepat. Tentunya agar Anda tidak merugi apalagi saham yang dibeli ini adalah saham milik perusahaan asing.

Sebagai catatan, Anda bisa memilih sekuritas yang memiliki tiga lisensi yaitu SIPC, FINRA, dan NFA. Adanya lisensi tersebut akan memberikan jaminan terhadap dana kita, apabila perusahaan sekuritas tersebut bangkrut.

Jangan Jadi Pengikut, Belajarlah!

Mengapa wajib belajar saham luar negeri? Jawabannya sederhana, karena tidak sedikit orang yang hanya menjadi pengikut, artinya hanya ikut-ikutan tren dan mengekor apa yang dibeli atau dijual oleh orang lain. Tanpa mempelajari seluk beluk trading tersebut. Ini tentu bisa berakibat  pada kerugian pada orang tersebut.

Lembaga workshop atau pelatih yang sudah memiliki pengalaman trading di luar negeri pasti akan memberikan pengetahuan. Mereka juga akan berbagi pengalaman bagaimana kapan membeli dan menjual saham, kemudian perusahaan atau emiten mana yang potensial untuk dibeli.

Kondisi perekonomian global yang tidak pasti ini membuat semua harus belajar dengan yang lebih berpengalaman. Pasalnya tidak dapat lagi diprediksi karena seringkali meleset. Perlu ada pengalaman dan strategi dalam melakukan trading. Ini tidak bisa selesai dalam satu atau dua hari saja. Memang pmengikuti pelatihan trading memerlukan biaya, akan tetapi itu akan setimpal dengan apa yang didapat.

Seringkali orang merasa sayang dengan dana yang harus dikeluarkan untuk mengikuti workshop. Selanjutnya dia akan kehilangan ribuan bahkan puluhan ribu hingga rathusan ribu USD karena salah strategi. Prinsipnya adalah dalam trading luar negeri, menggunakan strategi sederhana untuk mendapatkan profit yang maksimal. 

Baca, Pelajari, Dan Pilih

Setelah Anda membaca, mempelajari, dan mengikuti workshop terkait trading luar negeri barulah Anda memiilih sekuritas atau broker legal. Kendati tidak memiliki kantor di Indonesia, Anda akan merasa aman dan dana Anda terlindungi apabila memilih sekuritas yang direkomendasikan oleh coach Anda.

Dua sekuritas yang disebutkan di atas adalah broker legal  yang paling banyak digunakan oleh trader Indonesia. Sebagai catatan tambahan apabila ingin meraih profit maksimal Anda bisa menggunakan jasa pelatih sebelum terjun ke trading luar negeri.

Trading saham atau investasi saham dalam jangka panjang sekarang menjadi incaran banyak orag. Itu sebabnya jangan gegabah dan asal-asalan ikut tren ketika memutuskan untuk menjadi trader saham luar negeri. Pelajari lebih dulu strategi agar Anda tidak merugi sampai puluhan juta. Anda juga bisa membaca artikel-artikel yang memuat trading saham luar negeri. Setelah Anda mengikuti pelatihan tentunya akan ada pencerahan broker atau sekuritas mana yang sesuai dengan Anda.

Demikian penjelasan singkat mengenai broker options Indonesia di Jakarta untuk saham luar negeri dan lebih tepatnya untuk trading options selling di Jakarta

Materi diatas akan dibahas pada acara di bawah ini:

Exclusive Seminar Options Selling

Topic:

“Cara Smart Trading Saham dan Options di Bursa Saham Amerika”

Venue : Jakarta

Strategi Money Management Dalam Trading Saham

Strategi Money Management Dalam Trading Saham

Strategi Money Management Dalam Trading Saham

Apa strategi money management dalam trading saham yang baik dan benar serta dapat diapplikasikan oleh semua trader saham terutama saham luar negeri yang ditradingkan di bursa saham Amerika NYSE?

Dalam dunia investasi kita sering mendengar istilah “Don’t put all our eggs in one basket” yang merupakan jargon untuk mengenalkan kita pada istilah strategi money management dalam trading saham yaitu diversifikasi. Hal ini sangatlah masuk akal di dunia investasi yang penuh ketidakpastian ini. Karena semua investasi kita bergantung pada probabilitas. Dalam artikel saya yang terdahulu, saya pernah membahas suatu contoh kegagalan sebuah gen yang memiliki suatu pewarisan genetik yang tinggi. Bahwa biarpun probability pewarisan gen kita sangatlah tinggi pun sampai 84% dan gennya dominan, tetap saja bisa terjadi kepunahan dari sebuah populasi genetik.

Dua contoh simulasi dimana kadangkala sesuatu yang probabilitasnya kecil bisa mengalahkan probabilitas besar.  Pewarisan gen populasi mata biru yang awalnya 16% (0.16), kemudian menjadi 100% (1.00), yang berarti populasi mata coklat yang gennya dominan sebanyak 84% bisa saja punah dikalahkan populasi mata biru yang jauh lebih sedikit dan gennya tidak dominan


Hal ini membuat diversifikasi menjadi salah satu faktor penting dan termasuk strategi money management dalam trading saham yang sangat sering digunakan untuk menjaga keamanan finansial kita. Sungguh menyedihkan bila melihat seluruh investasi kita ditaruh di satu tempat yang salah dan kemudian hangus oleh situasi market yang buruk. Bila kita mendiversifikasi trade kita, maka sebagian trade yang buruk memiliki probabilitas yang lebih kecil untuk mempengaruhi trade kita yang lain dan membuat account kita punah

Secara tradisional, diversifikasi bisa hanya dengan cara membedakan penempatan finansial kita ke instrumen yang berbeda-beda. Misalnya kita memecahnya ke dalam deposito, rumah, logam mulia, SUN, dll. Kalau dalam trading saham, mungkin hanya dengan memilih saham yang tidak ada kaitannya satu sama lain dan dalam sektor yang berbeda.

Diversifikasi di trading Options Selling

Nah, jadi bagaimanakah kita dapat mendiversifikasi aset dan keuangan kita dalam kaitannya dengan dunia trading options, khususnya dengan metode option selling? Karena ada 4 (empat) faktor spesifik yang harus dipertimbangkan, yang tentunya berbeda dengan trading pada umumnya yaitu:

Yang pertama adalah diversifikasi dengan membedakan asset class. Kita dapat mendiversifikasikan options kita berdasarkan berbagai kategori aset. Ada banyak jenis asset yang memiliki options seperti saham, bonds, indeks, ETF, commodity, currency, futures, dll. Kita tidak akan menaruh seluruh dana pada posisi yang memiliki korelasi yang tinggi. Jadi bila satu posisi bergerak minus, tidak akan diikuti posisi kita yang lain. Berarti kita harus menghindari korelasi diantara aset tersebut.

Contohnya adalah saham tentu terkait dengan indeks, apalagi saham yang memiliki high beta. Beta adalah greeks yang mengukur korelasi antara suatu saham dengan indeks. Saat indeks turun atau naik, saham akan terkena imbasnya. Misal bila S&P500 turun, saham AAPL ada resiko terkena imbasnya. Saham di suatu sektor misalnya semikonduktor tentu akan turun bila ETF sektoralnya turun. Begitu pula dengan currency seperti USD juga korelatif terhadap indeks. Salah satu asset class yang sangat terdiversifikasi adalah commodity dimana di dalamnya terdapat banyak aset yang berdiri terpisah satu sama lainnya. Contohnya grains tentu pergerakannya terpisah dari energy. Cattle tentunya akan memiliki pergerakan yang terpisah dari metals. Sementara kedelai dan jagung umumnya memiliki korelasi satu sama lain.

Bagi yang asing dengan istilah S&P500, pengertiannya adalah

S&P 500 adalah indeks  yang hanya ada di bursa saham Amerika (NYSE), yang didalamnya terdiri dari  500 saham dari perusahaan dengan market cap yang luar biasa besar.  Indeks S&P500 ini merupakan salah satu index di bursa saham Amerika yang paling terkenal  selain daripada DowJones dan Nasdaq tentunya yang dimiliki oleh Standard & Poor’s. Seluruh 500 (lima ratus)  saham dari perusahaan yang terdaftar dalam indeks ini adalah perusahaan  yang sudah mencatatkan saham dan  diperdagangkan di bursa saham utama di AS seperti Bursa saham New York dan Nasdaq. 

Tentunya korelasi ini bukanlah hal yang mutlak dan juga bergantung pada probabilitas. Tetapi bila kita adalah trader dengan style konservatif, diversifikasi asset class merupakan suatu hal yang ideal untuk mencegah satu bad trade menghancurkan seluruh account trade kita sehingga strategi money management dalam trading saham kita pun akan berjalan baik

Contoh korelasi berdasarkan sektor saham & instrumen berdasarkan data 10 tahun. Nilai mendekati 1.00 adalah sangat korelatif. Jadi satu naik, yang lain ikut naik. Saru turun, yg lain juga turun. Nilai mendekati 0 adalah makin tidak korelatif dan tidak berhubungan. Sementara nilai minus yang mendekati -1.00 adalah korelasi berlawanan/mirror image. Jadi satu naik satu turun, satu turun, satu naik.


Yang kedua adalah diversifikasi strategi. Options memiliki begitu banyak strategi. Namun bila kita memilih option selling sebagai metode utama kita, pilihan yang kita bisa gunakan akan menjadi lebih simple dan mudah dipilih. Strategi yang kita ambil tentu haruslah sesuai dengan analisa kita baik fundamental maupun teknikal. Setelah dianalisa kecenderungan harga pada underlying yang kita pilih, maka kita akan memilih strategi. Apakah kita akan menggunakan strategi directional, ratio, strategi yg menggunakan volatilitas, defined risk, undefined risk, semua terserah pada pertimbangan resiko dan style trading kita masing-masing tentu ini juga merupakan bagian dari strategi money management dalam trading saham

Contoh-contoh strategi options baik stategi buyer maupun seller


Yang ketiga adalah diversifikasi waktu. Diversifikasi ini khusus berlaku pada options tentunya. Karena options mempunyai expiry date. Berbeda dengan trading saham yang waktunya hanya berakhir bila perusahaannya bangkrut. Kita tidak mau semuanya expired pada saat yang sama, kita mau semacam lapisan expiration date, jadi semuanya  tidak harus kadaluarsa di saat yang sama. Dengan mendiversifikasi waktu expiry date atau pemilihan waktu kontrak pada options, maka kita dapat menciptakan aliran penghasilan yang rutin tiap bulannya, dengan cara mengatur expiration date options kita.

Contoh pemanfaatan Time Decay untuk menentukan diversifikasi expiry date


Yang keempat adalah diversifikasi arah. Hal ini terkait juga dengan diversifikasi strategi. Dilakukan dengan menciptakan diversifikasi pada arah yang kita ambil. Tentunya kita juga harus terlebih dahulu mengasumsikan arah pada aset yang kita ambil. Apakah bullish, bearish, ataupun neutral pada instrumen tertentu dengan strategi yang sesuai, maka juga tercipta suatu diversifikasi. Apalagi berbeda dengan instrumen trading lainnya, dengan options kita bisa mendapatkan profit bila saham bergerak sideways, misal dengan iron condor atau strangle.

Contoh Risk Profile untuk arah neutral sideways, yaitu strangle & iron condor

Demikianlah diversifikasi yang bisa dilakukan dengan options. Option Selling adalah strategi trading probabilitas tinggi, sehingga dengan menggunakan diversifikasi maka akan bisa meningkatkan konsistensi profit kita karena kita memiliki defense bila terjadi bad trade.


Materi strategi money management dalam trading saham  terutama dalam trading options selling yang ditradingkan di bursa saham amerika akan diajarkan dalam materi Workshop Options Selling di Jakarta. Sekalipun kami mengetahui bahwa pelajaran strategi money management dalam trading saham itu membosankan dan cenderung menjadikan anda sebagai trader konservatif, tetapi strategi money management dalam trading saham tetap akan diajarkan dan harus dipraktekan oleh trader

Untuk lebih lengkapnya, bagi yang mau belajarstrategi money management dalam trading saham  dapat mengikuti workshop  Option Selling yang diadakan oleh tradingaddict.id. Terima kasih


Materi diatas akan dibahas pada acara di bawah ini:

Exclusive Seminar Options Selling

Topic:

“Cara Smart Trading Saham dan Options di Bursa Saham Amerika”

Venue : Jakarta