Belajar Trading Saham Harian di Jakarta

Belajar Trading Saham Harian di Jakarta

Kenapa Kita harus Belajar Trading Saham Harian di Jakarta

Kebanyakan orang mengenal kata “PASAR” adalah ke Supermarket / TOKO dimana kita bisa membeli Bahan Makanan / Barang lainnya akan tetapi tentu di artikel ini kita akan membahas “PASAR” dalam konteks yang lain

Apa Itu PASAR secara umum? misalnya kita punya sebuah TOKO buah, katakan jual Pisang. Kita berharap menjual PISANG dengan harga MAHAL dengan cara menimbun nya sehingga kita pergi ke Petani Pisang dengan cara membeli seluruh produk pisang sehingga tidak ada satupun TOKO daerah situ yang ada stock pisang. 

Dari situ , kita mengatur harga penjualan dimana kita atur harga bulan ini dan bulan depan berbeda ( inilah konsep saham FUTURE dalam market saham) dan pelan pelan menjual harga pisang dengan menaikan harga pisang bertaha setiap bulan.

Disisi lain, ada petani Pisang yang tidak bersedia menjual kepada kita sehingga dia menjual ke TOKO lain dengan harga lebih mahal dari yang diambil oleh TOKO kita

Y kira kira seperti itulah gambaran MARKET di umum.Tidak secara persis menggambarkan MARKET saham tapi intinya sama yaitu Supply dan Demand

Pasar Saham adalah media tempat terjadinya transaksi penjualan / trading Saham baik harian ataupun bulanan dan jaman sekarang belajar trading saham harian di jakarta pun dengan mudah dilakukan melalui media online

Bagaimana Market Saham Bekerja?

Ok,.andaikan seorang Day Trader (Trader Saham Harian) melakukan open posisi di SPX (SP500)- (seperti yang setiap hari lakukan selama 12 tahun ini) , kami melihat harga yang akan dibeli, dan memutuskan akan beli di harga tersebut.

Dulu sekali, trading saham harian / bulanan harus melakukan telepon, tapi sekarang karena enak bangat karena ada Internet yang bisa membuat trading saham harian di jakarta juga cepat sekali, bahkan dalam hitungan detik.

Setelah kita melakukan open posisi di harga yang kita sudah analisa, kita tinggal tunggu saja. 

Simple nya harga SPX naik kita untung dan jika harga SPX turun maka kita ada kemungkinan rugi juga

 

Tetapi di Trading Addict kita akan belajar bagaimana tetap kita bisa mendapatkan keuntungan bahkan saat harga saham bergerak naik, turun atau sideway

Dibawah ini VIDEO menjelaskan bagaimana KAMI trading saham (SPX) harian di Jakarta dan melakukan DONASI dengan menyumbangkan HASIL TRADING

Harga Saham dan Trend Saham Amerika

Katakanlah anda diperlihatkan Grafik SAHAM dan anda dimintakan apakah beli atau tidak saham dari perusahaan yang sudah kita analisa sebelumnya. 

Saham yang naik biasanya menunjukan bahwa perusahaan tersebut sukses berkembang dan bisa menjadikan indikasi bahwa perusahaan ini layak untuk investasi, hal ini cocok sekali untuk type trade yang suka melakukan Swing Trading (Close Posisi lebih dari 1 hari, bahkan terkadang ada yang close posisi hingga 5 tahun)

Saham yang turun menujukan perusahaan tersebut susah berkembang atau bahkan bahaya bangkrut

Salah satu hal terpenting untuk trading saham harian adalah harga saham itu sendiri yang terus bergerak naik turun bahkan dalam hitungan detik.

Bagaimana anda menentukan kearah mana harga saham?

Trend memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang day  trader ( trading saham harian). Trend terjadi di bursa saham karena perilaku transaksi yang terjadi antara buyer dan seller  dan itulah yang menyebabkan harga bergerak detik demi detik

Kita mengenal banyak sekali pola yang ada, sebut saja pola head and Shoulder yang sangat terkenal

Inverse Head and Shoulder Chart Pattern

Kedua pola trend diatas biasa dipakai oleh trader saham harian ataupun bulanan untuk menentukan apakah trend tersebut naik atau turun

Dibawah ini adalah gambaran bagaimana cepatnya trading saham harian di Bursa Saham Amerika 

Kenapa Melakukan Trading Saham Harian?

Hampir semua pakar yang kita kenal tentu menyarankan untuk tidak melakukan trading saham harian di Bursa Saham Amerika baik index saham SP500, Dow Jones, Nasdaq ataupun US stocks lainnya seperti AAPL, MSFT, FB dan lain sebagainya, akan tetapi kenapa kami malah rekomendasikan mengenai trading saham harian

Tentunya ini harus dilakukan dengan benar, bukan dengan TANPA PENGETAHUAN yang jelas ..tanpa pengetahuan dan bimbingan, modal anda akan tergerus habis tanpa sisa bahkan pada hari pertama anda mulai trading. Sangat mengenaskan bukan?

Untuk dapat mendapatkan return yang baik, seorang trader saham tahunan , dikenal dengan swing trader harus mempunyai modal yang cukup besar terutama jika hasil tradingnya akan digunakan untuk keperluan hidup. Rata Rata Index Saham USA SP500 bergerak naik 8% per tahun, kadang lebih dan kadang kurang..dan jika kita investasi dengan pengembalian 8% pertahun, sedangkan anda butuh Rp 100.000.000 per tahun , anda butuh Rp 1.250.000.000 dimana angka ini relatif besar terutama saat pandemi ini

Bandingkan dengan trading saham harian dimana anda hanya membutuhkan modal yang sangat jauh lebih minim untuk bisa menghasilkan penghasilan lebih besar bahkan SETIAP HARI( tentu ada hari dimana kita rugi, atau tentu ada hari dimana kita gak trading karena kesibukan / hal penting lainnya).

Trading Saham HARIAN di Trading Addict

Apa yang dilakukan oleh kami untuk trading saham harian di Jakarta? Apakah kami melakukan hal seperti yang biasa orang lain lakukan yaitu menebak arah market?

Sudah lihat Video simulasi trading harian diatas? Lihat deh kalau belum, dan coba perhatikan selama 10 menit, anda sudah jago sekali kalau tidak merasa pusing melihat video tersebut karena angka terus bergerak karena ada nya transaksi penjualan buyer dan seller

Kami Trading Saham Harian menggunakan Option Selling dimana kami tidak perlu lagi melihat arah pergerakan saham tetapi cukup memetakan kemana arah saham tidak bergerak.

Gambar diatas adalah ilustrasi untuk mulai menjual CORN. Harga CORN saat itu adalah $10.20 dan asumsi melakukan trading SELL PUT di harga $8.40 artinya selama harga CORN bergerak turun , atau naik atau sideway pun, kami tetap bisa mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga

Hanya yang perlu diwaspadai adalah ketika harga berhasil menembus harga $8.4 maka kita perlu melakukan adjustment atau cut loss

Jadi, sangat gampang sekali bukan? 

Hal yang sama akan kita lakukan untuk trading saham harian kita di index USA yaitu SPX (SP500). Hari ini , 26 agustus 2020 index SP500 ditradingkan di harga 3450, maka kita cukup membuat batasan atas misalnya 3500 dan batasan bawah misanya 3400, DAN jika penutupan US Market index SPX berada diantara 3400 dan 3500 maka kita bisa menang/ mendapatkan keuntungan dari hasil trading saham harian di bursa saham Amerika

Dibawah ini ada penjelasan mengenai Trading Saham Harian di Index USA (SP500) dengan Option Selling, demikian penjelasan mengenai belajar trading saham harian di jakarta, semoga menjadi lebih jelas

 

Materi diatas akan dibahas pada acara di bawah ini:

Exclusive Seminar Trading Saham Harian dengan Options Selling

Topic:

“Cara Smart Trading Saham dan Options di Bursa Saham Amerika”

Venue : Jakarta

Kenapa Trading di Bursa Saham Amerika

Kenapa Trading Di Bursa Saham Amerika

Kenapa Trading di Bursa Saham Amerika

Kenapa trading di Bursa Saham Amerika? Salah satu berita menarik yang saya baca dari koran Kompas pada 11 Januari 2020 lalu adalah bahwa Bursa Efek Indonesia mengindikasikan adanya 41 saham gorengan, dan BEI akan melakukan pengawasan ketat terhadap saham-saham tersebut. Untuk saham-saham dengan kapitalisasi rendah, sangatlah mudah untuk dilakukan praktik goreng-menggoreng seperti ini. Dengan kapitalisasi saham-saham di bursa US yang sedemikian besarnya, maka praktek gorengan itu luarbiasa sulit terjadi. Pilihan saham-saham yang sulit digoreng itu pun sedemikian banyaknya, sehingga kita bisa benar-benar melakukan diversifikasi terhadap aset kita. Karena seperti kita ketahui, diversifikasi merupakan suatu metode untuk melindungi aset kita dari resiko bila salah satu aset kita mengalami masalah. Dengan memilih banyak saham yang berkualitas bagus di bursa saham Amerika, aset kita akan menjadi tahan goncangan dan ini salah satu alasan kenapa trading di bursa saham amerika

Kita akan trading pada Bursa Saham Amerika, dimana US Market merupakan pasar perdagangan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Bursa Saham Amerika jauh lebih besar daripada bursa di Indonesia. Menurut press release dari IDX (Indonesia Stock Exchange) pada 27 Desember 2019, kapitalisasi seluruh saham pada saat itu adalah 7.247 trilliun rupiah. 

Sementara kapitalisasi satu saham Apple saja adalah 1,38 Trilyun dollar. Yang berarti adalah sekitar 18.874 trilyun. Kapitalisasi satu saham Apple saja sudah 2.5 kali lipat dari seluruh kapitalisasi saham di Indonesia. Tidak bisa dibayangkan seberapa besar kapitalisasi seluruh saham di Amerika. Hal ini sangatlah ideal, karena hal ini membuat saham-saham yang berkualitas disana sangatlah sulit untuk ‘digoreng’. 

Kita tentunya mengenal Apple dimana gadgetnya sangat terkenal di seluruh dunia, Microsoft dimana kita sedari dulu selalu menggunakan softwarenya untuk menjalankan laptop, mengetik makalah, atau membuat presentasi, kita mengenal Tesla dimana mobil listriknya sangat terkenal. Juga kita mengetahui Netflix yang sangat digandrungi penikmat film di seluruh dunia dan Google dimana kita menggunakan operating systemnya untuk HP yang kita gunakan sehari hari. Banyak sekali perusahaan bertaraf dunia diperdagangkan pada bursa US. Kita bisa naik level dari memiliki kepemilikan perusahaan bertaraf nasional ke perusahaan bertaraf internasional. Dan keunggulan dari mereka tentunya memiliki likuiditas yang sangat tinggi, serta sangat diminati oleh investor-investor besar di seluruh dunia.

Selain itu, kapitalisasi yang demikian besarnya juga berarti terdapat likuiditas yang sangat tinggi. Pada bursa dengan kapitalisasi kecil, sering kita jumpai saham yang biarpun sudah naik harganya, tapi tidak bisa dijual karena tidak ada yang mau beli. Atau saham yang turun harganya, namun kita tidak bisa exit position karena tidak ada yang mau beli. Hal ini tidak akan terjadi bila likuiditasnya tinggi, seperti beragam pilihan saham bluechip pada US market. Saking besarnya likuiditasnya, selalu akan ada yang membeli dan menjual di Bursa Saham Amerika

Pada berita pasar dalam negeri diatas, terdapat laporan OJK yang menyatakan bahwa ada 41 saham yg rutin digoreng oleh pihak dalam negri. Dalam trading di US market termasuk menggunakan option, adalah luar biasa sulit terjadi penggorengan semacam itu. Dan juga tahun 2019 lalu tercatat IHSG hanya mengalami kenaikan 2.18% selama setahun dan ini tergoling kecil. Dalam setahun ini pasti ada kenaikan dan penurunan dari harga saham2nya. Sayangnya penurunan saham tidak mampu kita kapitalisasi karena kita hanya mampu buy dan berharap naik. Dengan bertransaksi di US market, kita bisa mengambil arah uptrend, downtrend, bahkan sideways, yang berarti kesempatan kita mencapai profit berkali lipat lebih banyak

Salah satu perbedaan lain dari bursa Indonesia adalah kemampuan kita untuk melakukan short selling. Bursa Amerika merupakan gambaran ekonomi global, dimana dengan melakukan trading di dalamnya, kita bisa mengikuti trend global yang terjadi di seluruh dunia dan trend tersebut bisa naik ataupun turun. Saat ekonomi dunia bergejolak sehingga terjadi penurunan, misalnya sebagai imbas dari ketegangan yang diakibatkan Perang dagang US dengan China, kita bisa memperoleh keuntungan darinya dengan melakukan selling saham walaupun tidak memiliki sahamnya. Hal ini membuat kita tidak hanya melulu harus buy dan hold, sehingga kita terus merasa kecewa saat bursa secara keseluruhan sedang down.

Demikian informasi kenapa trading di bursa saham amerika. Semoga berkenan

Satu keunikan lain dari saham US adalah jumlah satuan yang bisa dibeli disana. Pada masa dahulu, terutama di bursa lokal, ditetapkan bahwa kita harus membeli 500 lembar per 1 lot saham. Di saat itu, bursa US memberlakukan peraturan bahwa 1 lot saham adalah 100 lembar saham. Seiring berjalannya waktu, di bursa Indonesia, kita dapat membeli 100 lembar saham per 1 lotnya. 

Namun bursa US memberlakukan kebijakan yang lebih lunak lagi, bahwa kita bisa melakukan pembelian sebesar 1 lembar saham saja. Perkembangan terkini pada bursa Amerika adalah kita bisa membeli bahkan 0.01 lembar saham. Hal ini menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa dari kepemilikan saham di bursa Amerika. Bayangkan bahwa dengan uang puluhan ribu saja kita bisa membeli saham internasional seperti Facebook, Google, Microsoft, dan saham-saham berkualitas lainnya. Tentunya hal ini akan sangat signifikan dalam upaya kita untuk berinvestasi. 

Terutama bila kita menggunakan teknik menabung saham, dimana kita setiap bulan menyisihkan sedikit demi sedikit uang untuk menabung dalam bentuk saham. Bila dengan uang sedikit saja ( tidak lebih dari Rp 50.000 RUPIAH) kita bisa membeli saham bluechip bertaraf internasional ini, investasi kita akan menjadi sangat berkualitas tinggi.

Materi diatas akan dibahas pada acara di bawah ini:

Exclusive Seminar Options Selling

Topic:

“Cara Smart Trading Saham dan Options di Bursa Saham Amerika”

Venue : Jakarta