Strategi Money Management Dalam Trading Saham

Apa strategi money management dalam trading saham yang baik dan benar serta dapat diapplikasikan oleh semua trader saham terutama saham luar negeri yang ditradingkan di bursa saham Amerika NYSE?

Dalam dunia investasi kita sering mendengar istilah “Don’t put all our eggs in one basket” yang merupakan jargon untuk mengenalkan kita pada istilah strategi money management dalam trading saham yaitu diversifikasi. Hal ini sangatlah masuk akal di dunia investasi yang penuh ketidakpastian ini. Karena semua investasi kita bergantung pada probabilitas. Dalam artikel saya yang terdahulu, saya pernah membahas suatu contoh kegagalan sebuah gen yang memiliki suatu pewarisan genetik yang tinggi. Bahwa biarpun probability pewarisan gen kita sangatlah tinggi pun sampai 84% dan gennya dominan, tetap saja bisa terjadi kepunahan dari sebuah populasi genetik.

Dua contoh simulasi dimana kadangkala sesuatu yang probabilitasnya kecil bisa mengalahkan probabilitas besar.  Pewarisan gen populasi mata biru yang awalnya 16% (0.16), kemudian menjadi 100% (1.00), yang berarti populasi mata coklat yang gennya dominan sebanyak 84% bisa saja punah dikalahkan populasi mata biru yang jauh lebih sedikit dan gennya tidak dominan


Hal ini membuat diversifikasi menjadi salah satu faktor penting dan termasuk strategi money management dalam trading saham yang sangat sering digunakan untuk menjaga keamanan finansial kita. Sungguh menyedihkan bila melihat seluruh investasi kita ditaruh di satu tempat yang salah dan kemudian hangus oleh situasi market yang buruk. Bila kita mendiversifikasi trade kita, maka sebagian trade yang buruk memiliki probabilitas yang lebih kecil untuk mempengaruhi trade kita yang lain dan membuat account kita punah

Secara tradisional, diversifikasi bisa hanya dengan cara membedakan penempatan finansial kita ke instrumen yang berbeda-beda. Misalnya kita memecahnya ke dalam deposito, rumah, logam mulia, SUN, dll. Kalau dalam trading saham, mungkin hanya dengan memilih saham yang tidak ada kaitannya satu sama lain dan dalam sektor yang berbeda.

Diversifikasi di trading Options Selling

Nah, jadi bagaimanakah kita dapat mendiversifikasi aset dan keuangan kita dalam kaitannya dengan dunia trading options, khususnya dengan metode option selling? Karena ada 4 (empat) faktor spesifik yang harus dipertimbangkan, yang tentunya berbeda dengan trading pada umumnya yaitu:

Yang pertama adalah diversifikasi dengan membedakan asset class. Kita dapat mendiversifikasikan options kita berdasarkan berbagai kategori aset. Ada banyak jenis asset yang memiliki options seperti saham, bonds, indeks, ETF, commodity, currency, futures, dll. Kita tidak akan menaruh seluruh dana pada posisi yang memiliki korelasi yang tinggi. Jadi bila satu posisi bergerak minus, tidak akan diikuti posisi kita yang lain. Berarti kita harus menghindari korelasi diantara aset tersebut.

Contohnya adalah saham tentu terkait dengan indeks, apalagi saham yang memiliki high beta. Beta adalah greeks yang mengukur korelasi antara suatu saham dengan indeks. Saat indeks turun atau naik, saham akan terkena imbasnya. Misal bila S&P500 turun, saham AAPL ada resiko terkena imbasnya. Saham di suatu sektor misalnya semikonduktor tentu akan turun bila ETF sektoralnya turun. Begitu pula dengan currency seperti USD juga korelatif terhadap indeks. Salah satu asset class yang sangat terdiversifikasi adalah commodity dimana di dalamnya terdapat banyak aset yang berdiri terpisah satu sama lainnya. Contohnya grains tentu pergerakannya terpisah dari energy. Cattle tentunya akan memiliki pergerakan yang terpisah dari metals. Sementara kedelai dan jagung umumnya memiliki korelasi satu sama lain.

Bagi yang asing dengan istilah S&P500, pengertiannya adalah

S&P 500 adalah indeks  yang hanya ada di bursa saham Amerika (NYSE), yang didalamnya terdiri dari  500 saham dari perusahaan dengan market cap yang luar biasa besar.  Indeks S&P500 ini merupakan salah satu index di bursa saham Amerika yang paling terkenal  selain daripada DowJones dan Nasdaq tentunya yang dimiliki oleh Standard & Poor’s. Seluruh 500 (lima ratus)  saham dari perusahaan yang terdaftar dalam indeks ini adalah perusahaan  yang sudah mencatatkan saham dan  diperdagangkan di bursa saham utama di AS seperti Bursa saham New York dan Nasdaq. 

Tentunya korelasi ini bukanlah hal yang mutlak dan juga bergantung pada probabilitas. Tetapi bila kita adalah trader dengan style konservatif, diversifikasi asset class merupakan suatu hal yang ideal untuk mencegah satu bad trade menghancurkan seluruh account trade kita sehingga strategi money management dalam trading saham kita pun akan berjalan baik

Contoh korelasi berdasarkan sektor saham & instrumen berdasarkan data 10 tahun. Nilai mendekati 1.00 adalah sangat korelatif. Jadi satu naik, yang lain ikut naik. Saru turun, yg lain juga turun. Nilai mendekati 0 adalah makin tidak korelatif dan tidak berhubungan. Sementara nilai minus yang mendekati -1.00 adalah korelasi berlawanan/mirror image. Jadi satu naik satu turun, satu turun, satu naik.


Yang kedua adalah diversifikasi strategi. Options memiliki begitu banyak strategi. Namun bila kita memilih option selling sebagai metode utama kita, pilihan yang kita bisa gunakan akan menjadi lebih simple dan mudah dipilih. Strategi yang kita ambil tentu haruslah sesuai dengan analisa kita baik fundamental maupun teknikal. Setelah dianalisa kecenderungan harga pada underlying yang kita pilih, maka kita akan memilih strategi. Apakah kita akan menggunakan strategi directional, ratio, strategi yg menggunakan volatilitas, defined risk, undefined risk, semua terserah pada pertimbangan resiko dan style trading kita masing-masing tentu ini juga merupakan bagian dari strategi money management dalam trading saham

Contoh-contoh strategi options baik stategi buyer maupun seller


Yang ketiga adalah diversifikasi waktu. Diversifikasi ini khusus berlaku pada options tentunya. Karena options mempunyai expiry date. Berbeda dengan trading saham yang waktunya hanya berakhir bila perusahaannya bangkrut. Kita tidak mau semuanya expired pada saat yang sama, kita mau semacam lapisan expiration date, jadi semuanya  tidak harus kadaluarsa di saat yang sama. Dengan mendiversifikasi waktu expiry date atau pemilihan waktu kontrak pada options, maka kita dapat menciptakan aliran penghasilan yang rutin tiap bulannya, dengan cara mengatur expiration date options kita.

Contoh pemanfaatan Time Decay untuk menentukan diversifikasi expiry date


Yang keempat adalah diversifikasi arah. Hal ini terkait juga dengan diversifikasi strategi. Dilakukan dengan menciptakan diversifikasi pada arah yang kita ambil. Tentunya kita juga harus terlebih dahulu mengasumsikan arah pada aset yang kita ambil. Apakah bullish, bearish, ataupun neutral pada instrumen tertentu dengan strategi yang sesuai, maka juga tercipta suatu diversifikasi. Apalagi berbeda dengan instrumen trading lainnya, dengan options kita bisa mendapatkan profit bila saham bergerak sideways, misal dengan iron condor atau strangle.

Contoh Risk Profile untuk arah neutral sideways, yaitu strangle & iron condor

Demikianlah diversifikasi yang bisa dilakukan dengan options. Option Selling adalah strategi trading probabilitas tinggi, sehingga dengan menggunakan diversifikasi maka akan bisa meningkatkan konsistensi profit kita karena kita memiliki defense bila terjadi bad trade.


Materi strategi money management dalam trading saham  terutama dalam trading options selling yang ditradingkan di bursa saham amerika akan diajarkan dalam materi Workshop Options Selling di Jakarta. Sekalipun kami mengetahui bahwa pelajaran strategi money management dalam trading saham itu membosankan dan cenderung menjadikan anda sebagai trader konservatif, tetapi strategi money management dalam trading saham tetap akan diajarkan dan harus dipraktekan oleh trader

Untuk lebih lengkapnya, bagi yang mau belajarstrategi money management dalam trading saham  dapat mengikuti workshop  Option Selling yang diadakan oleh tradingaddict.id. Terima kasih


Materi diatas akan dibahas pada acara di bawah ini
Workshop Options Selling @ Jakarta

Bagaimana caranya menggunakan dengan efektif formulasi GREEKS dalam Options Selling sehingga menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang bahkan saat harga saham hanya bergerak sideway di bursa saham Amerika (NYSE)