Persentase Profit Ideal Trading Dan Investasi Saham

Berapa persentase profit ideal trading dan investasi saham ? Saat pertama kali mengenal dunia trading, banyak diantara kita yang merasa mengenal dunia yang penuh dengan excitement. Hal ini disebabkan karena banyaknya cerita mengenai top trader yang hidup dengan santai, dia menikmati hidupnya sambil mendapatkan penghasilan tinggi dari kegiatan tradingnya. Sementara kita bersusah payah setiap hari bekerja dari pagi sampai malam baik di kantor ataupun bila kita membuka usaha. Kita berjuang setiap hari, sementara golongan trader elite tersebut digambarkan seolah tidak perlu bekerja keras dan mereka menikmati hidupnya. Tentunya kita menginginkan kehidupan financial & time freedom seperti itu. Kita tidak mau seumur hidup kita terus bekerja tanpa menikmati hidup. Dan kita juga tahu, mayoritas pekerja executive level tinggi dari sebagian besar perusahaan yang ada dan para business owner selalu berinvestasi untuk meningkatkan kekayaan mereka. Dan malah kadangkala investasi mereka bisa menghasilkan lebih besar dari penghasilan mereka. Jadi kita pun wajib mengenal investasi dan trading.

Lalu sebagai pemula, kita mulai mencari tahu bagaimana untuk trading seperti mereka. Dan kita makin tergiur dengan berbagai illustrasi instrumen investasi dengan imbal hasil tinggi dan juga berbagai metode yang mahal untuk melipatgandakan modal kecil menjadi modal besar. Emosi kita menjerit untuk cepat-cepat terjun dan menikmati hasilnya. Namun pikiran rasional kita bekerja keras, dan sebagai smart people, kita tahu bahwa kita harus memilih pilihan yang tepat dari semua opsi yang ada. Dan biarpun kita yakin bahwa kita dapat menjadi trader yang sukses, kita juga harus smart dalam memilih mana yang make sense, mana yang sebetulnya harapan kosong. Bagaimanakah cara mengetahuinya?

Lalu kita mencoba mengetahui dari contoh yang pasti benar. Contoh yang telah terbukti secara global. Kita lalu melihat bagaimana cara orang2 terkaya di dunia mendapatkan kekayaannya. Mereka semua adalah orang-orang luar biasa dalam bisnis mereka masing-masing. Tapi ada sesuatu yang perlu dipahami disini. Mengapa dari puluhan orang terkaya di dunia, ternyata hanya Warren Buffet yang menjadi orang terkaya di dunia karena bergerak di bidang investasi dan trading? Tentunya ini adalah sebuah realita yang perlu kita cermati. Bila memang trading dapat melipat gandakan aset kita dalam waktu singkat seperti yang diillustrasikan banyak iklan, sewajarnya mayoritas dari orang terkaya di dunia mestinya tersebut berprofesi sebagai trader dan investor besar, bukan hanya Warren Buffett seorang. Dan bila trading bisa menghasilkan growth yang kilat dalam perkembangan kekayaannya, harusnya seorang Warren Buffet cepat dalam menyalip orang terkaya lainnya dan tak terkalahkan di peringkat satu richest person in the world. Mengapa kenyataannya tidak begitu?

Deretan Orang Terkaya di Dunia Tahun 2018

Tentunya berarti ada realita yang perlu kita gali dari fakta tersebut sehingga kita akan mampu menggali berapa persentase profit ideal trading dan investasi saham. Apakah sebenarnya dunia trading itu tidak segampang yang diceritakan oleh berbagai advertisement yang menjamur setiap kita membuka media massa online atau media sosial kita? akan tetapi, terlepas dari pertanyaan ini, ada 1 hal yang menarik perhatian kita, yaitu kekayaannya selalu meningkat stabil dalam daftar top teratas, tak tergoyahkan. Lalu bila diperhatikan, pertumbuhan kekayaan Warren Buffet lebih bersifat konsisten dibanding fantastis. Inikah kunci sukses trading yang sebenarnya?

Contoh Iklan Trading Yang Ada di Koran

Mari kita mulai menghitung berapa persentase profit ideal trading saham dan investasi saham. Salah satu illustrasi tentang gambaran bagaimana orang-orang memandang dunia trading dewasa ini yang dikemukakan adalah mentor saya sebagai berikut:

Cobalah kita membayangkan, Anda baru saja membuka mata pada pagi hari, anda akan berpikir kemanakah anda akan pergi hari ini. Anda berpikir anda akan ke Singapore atau mungkin ada hanya akan ke MALL mencari sebuah tempat duduk di cafe ternama sambil menikmati kopi dan kue yang tersaji di hadapan anda sambil anda melakukan trading saham.  Kemudian anda mungkin melakukan beberapa panggilan telepon, menggunakan fitur chat di whatsapp atau telegram atau facebook sekedar posting bahwa anda sedang menikmati hidup anda yang sangat luar biasa sambil melihat beberapa pekerja lalu lalang dengan pakaian bagus sementara anda hanya berpakaian T-Shirt dan celana pendek serta memakai sandal jepit.  Beberapa saat kemudian, anda melihat laptop anda dan anda melihat semua angka sudah hijau siap dipanen, kemudian anda panen dan membayar harga kopi dan kue yang anda nikmati dengan hasil profit tersebut.  Ini semua sangat mendekati kenyataan yang ada.  Loh, kenapa mendekati kenyataan? Bukankah hal ini mungkin saja terjadi jika melihat bahasa iklan mengenai trading yang sangat luar biasa menyenangkan hati? Ya, hal tersebut memang mungkin, tapi mari saya bantu bangunkan Anda, sebelum Anda berpikir untuk  keluar dari pekerjaan tetap Anda dan trading saham / forex/ ataupun instrument trading lainnya

Saya ingin Anda semua dapat berpikir mengenai bahasa iklan trading yang saat ini semakin banyak, bukan hanya di media sosial akan tetapi di media lain seperti radio dan bahkan TV.  Pertanyaan pertama tidak jauh masalah modal. Ada seorang peserta seminar yang bertanya  kepada saya apakah dia bisa trading for living. Saya katakan bahwa sangat bisa akan tetapi tentu ada beberapa hal yang harus dipenuhi dahulu sebelum memulai aktifitas trading for living. Sebelum menjawab, saya langsung bertanya berapa biaya hidup orang itu dalam satu bulan, dan dia mulai berpikir kemudian menjawab sekitar Lima Juta Rupiah.” Oke baiklah. Kemudian saya bertanya berapa modal bener bener siap digunakan; dalam artian modal yang tidak dibutuhkan untuk biaya hidup dan bukan modal dari hasil hutang,  untuk trading di bursa saham, dan dia menjawab sepuluh juta rupiah.  Apakah mungkin dengan modal sepuluh juta bisa menghasilkan lima juta rupiah? Jawabannya tentu saja tidak ada yang tidak mungkin, tetapi  berbicara realistis dan mari kita berhitung bersama sama, artinya modal Rp10 juta, berapa persentase profit ideal trading dan investasi saham yang dibutuhkan untuk mendapatkan Rp 5 juta?  jawabannya adalah  50 persen (50%- lima puluh persen). Artinya, dalam 1 (satu) bulan, Anda wajib mendapatkan  keuntungan 50 persen (50%).  Kembali lagi pertanyaan apakah mungkin bisa profit lima puluh persen (50%) dan apakah ini persentase profit  ideal trading dan investasi saham?

Hal kedua yang tidak kalah penting adalah profit Rp 5 juta (lima juta rupiah) dari modal Rp 10 juta (Sepuluh juta rupiah) memperlihatkan adanya pengaturan money management yang tidak sehat dan dianggap sangat membahayakan. Hal ini dikarenakan anda memakai total seluruh modal anda untuk membeli saham dimana ini berarti trading anda all out dimana jika trading saham ini kalah, maka potensi kerugian anda akan kehilangan seluruh modal anda tanpa kecuali sehingga hal ini sangatlah membahayakan

Hal ketiga adalah  tidak adanya manusia super yang kita temui di film seperti Fantastic Four, Superman, Batman, Iron Man, maupun Thor dalam bursa saham di belahan dunia manapun. Setiap trader pasti pernah merasakan kerugian saham dan ini juga termasuk dialami oleh Idola saya dan investor dunia yaitu Warren Buffet yang mengakui bahwa dalam trading saham diapun pernah mengalami kerugian. Hal ini sangatlah membedakan dimana bahasa iklan sering sekali membuat orang salah paham dan menganggap trading saham itu sulit merugi jika memakai sistem trading yang dijual di iklam seperti gambar contoh iklan diatas yang digambarkan sangat mudah mencari $10.000 dari $500 bahkan hanya dalam 2 (dua) minggu trading.

Tulisan di atas akan saya sambung pada akhir artikel sebagai conclusion dari pembahasan kita ini. Dari tulisan di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa diperlukan Money Management yang tepat dalam trading, karena sifat market yang unpredictable dan terus berubah, sehingga kita hanya bisa mengandalkan probabilitas. Dan bila kita membicarakan probabilitas, maka kita juga memiliki kemungkinan loss. Dan bila trader & investor terkaya di dunia saja bisa mengalami kerugian, semua orang juga bisa dihajar oleh kerugian. Yang menjadi problem dalam menghasilkan profit bulanan yang besar atau fantastis adalah bahwa metode Money Management yang digunakan akan membuat kita terekspos pada resiko yang besar. Kadangkala malah sampai bisa menyapu bersih modal kita bila exposure-nya terlalu besar. Apakah kita bisa mengatasinya? Mari kita coba telaah mengenai hubungan sebab akibat dari risk dan reward (resiko dan imbal hasil).

No pain, no gain. Berapa kali kita mendengar kata klise tersebut untuk mendeskripsikan sesuatu  yang kita tidak mau lakukan? Sayangnya segala bentuk investasi memiliki kadar resiko tertentu, dan resiko tersebut dapat menyebabkan sejumlah pain (kesakitan), tapi juga sejumlah gain (pendapatan). Apapun tipe investasi yang anda miliki, kita harus menimbang potensi imbal hasil terhadap resikonya untuk menimbang apakah kerugiannya akan seimbang dengan potensi profitnya. Memahami hubungan antara risk dan reward adalah faktor kunci untuk berinvestasi. Semua instrumen investasi memiliki kadar resiko yang berbeda. Bisa dibilang bahwa “semakin besar resikonya, semakin tinggi potensi imbal hasilnya”. Tapi kita mesti menambahkan sebuah penambahan dari rule tersebut agar hubungan tersebut dapat dipandang dengan lebih jelas, yaitu bahwa sebetulnya “semakin besar resikonya, semakin besar imbal hasilnya, tapi juga probabilitas pencapaian imbal hasil tinggi tersebut juga akan semakin rendah”

Banyak orang memikirkan resiko investasi seperti ini “seberapa mungkin saya akan kehilangan uang saya?’. Pernyataan ini hanya menggambarkan sebagian dari permasalahan. Semestinya ada beberapa pertanyaan yang kita tanyakan saat kita memulai investasi dengan return yang tinggi, yaitu:

Pertama, Apakah investasi saya akan merugi atau bahkan beresiko kehilangan seluruh modal? (Apakah keamanan modal lebih penting dari pertumbuhan modal?). Tipe resiko yang paling umum dari investasi adalah bahaya penyusutan dari modal kita. Kita bisa melakukan investasi yang memastikan kita takkan kehilangan modal kita, tapi kita juga akan menghilangkan hampir seluruh kesempatan untuk mendapatkan profit. Contohnya adalah Surat utang negara dan deposito atau bahkan bunga bank. Namun harga yang mesti dibayar dari keamanan ini adalah imbal hasil investasi yang sangat rendah

Kedua, akankah saya mencapai target investasi saya? (Contohnya bila yang kita gunakan adalah dana penting seperti uang untuk pensiun, hal tersebut bisa menghancurkan masa tua kita). Terdapat berbagai faktor yang menentukan apakah kita akan mencapai target investasi kita, yaitu: jumlah modal, lama waktu investasi, persentase imbal balik atau tingkat pertumbuhan modal, biaya-biaya transaksi, pajak, inflasi, dll. Bila kita tidak dapat menerima resiko yang besar, apalagi yang bisa melumat modal kita, tentu kita akan mendapatkan imbal hasil yang ekuivalen. Sebagai kompensasi, tentu kita harus meningkatkan jumlah modal investasi dan lama waktu investasi. Banyak investor yang menemukan bahwa resiko yang moderat pada portfolio mereka adalah hal yang ideal dan dapat mereka terima untuk meningkatkan potensi dalam mencapai target finansial mereka. Selain itu, dengan melakukan diversifikasi pada portfolio dengan melakukan investasi dengan berbagai tingkat resiko, mereka berharap dapat mengambil keuntungan dari market yang meningkat dan melindungi diri mereka dari kerugian yang dramatis dari kondisi market yang bearish

Ketiga, Apakah saya bersedia menerima lebih banyak resiko untuk mencapai pendapatan yang lebih tinggi? (Apakah investasi saya akan membuat saya terbangun pada malam hari karena kecemasan yang tinggi). Semua investor perlu menemukan tingkat kenyamanan mereka terhadap resiko dan merancang strategi investasi di sekitar tingkat tersebut. Sebuah portfolio yang membawa tingkat resiko yang tinggi mungkin dapat memiliki potensi imbal hasil yang luar biasa, tapi juga bisa gagal secara dramatis. Tingkat kenyamanan kita terhadap resiko semestinya bisa melewati tes ‘tidur nyenyak sepanjang malam’, yang berarti kita semestinya tidak perlu terlalu khawatir akan jumlah resiko dalam portfolio kita sampai-sampai kita sulit tidur karenanya. Tidak ada yang namanya jumlah resiko yang benar atau salah. Hal ini adalah keputusan yang sangat personal bagi tiap investor. Akan tetapi, investor yang berusia muda dapat mengambil resiko yang lebih tinggi dari investor yang sudah berusia tua karena mereka memiliki lebih banyak waktu untuk memulihkan diri bila bencana datang. Bila kita 5 tahun lagi akan pensiun, kita tentunya tidak akan mengambil resiko gila-gilaan terhadapa harta kita, karena waktu kita untuk memulihkan diri sudah berada pada zona merah, dan pada saat kerugian signifikan terjadi, kita akan sulit untuk bangkit. Akan tetapi, pendekatan yang over konservatif juga berarti kita tidak dapat mencapai target investasi kita

Kesimpulan dari pertanyaan di atas, adalah bahwa resiko dan imbal hasil adalah faktor yang saling terkait. Bila kita turunkan resikonya, imbal hasilnya juga berkurang, sementara dengan imbal hasil yang tinggi, selain probabilitasnya pencapaian hasil tinggi tersebut lebih rendah, resikonya pun juga tinggi. Tapi kita tidak bisa menghindari resiko, karena resiko adalah sangat fundamental dalam dunia investasi. Jadi untuk menghindari hilangnya modal atau kerugian yang sangat sulit kita pulihkan, maka lebih baik kita menggunakan Money Management dengan cara meningkatkan jumlah modal, diversifikasi, dan meningkatkan durasi investasi. Dan kita mengambil resiko sesuai dengan tingkat kenyamanan kita juga berdasarkan usia kita.

 

Kasus menyedihkan tentang kerugian trader saat mengambil resiko tinggi dengan money management yang buruk sering sekali didengar di kalangan trader, terutama pada instrumen trading yang memiliki leverage tinggi. Modal mereka seringkali bisa hilang tak berbekas atau hanya tersisa sangat sedikit. Hal ini saya ketahui berdasarkan berbagai contoh kasus yang pernah dialami oleh berbagai trader yang saya kenal maupun dari berbagai forum, media sosial dan berita. Salah satu contoh nyata yang baru saja terjadi adalah apa yang dialami banyak trader saat kejadian mendadak tanggal 3 Januari tahun ini. Dalam semenit tiba tiba Australian Dollar dan Japanese Yen jatuh ratusan point dan bagi pemegang posisi berlawanan akan membuat kerugian melebihi semua stop loss yang dipasang karena kejadiannya terlalu cepat dan hal ini juga melenyapkan seluruh modal pada sebagian trader yang lebih aggressive, yaitu yang tidak memasang stop loss atau yang penggunaan lotnya disetting untuk melipatgandakan account-nya (Martiangle Strategi) . Pada hari itu, di berbagai forum dan media sosial seperti Facebook, banyak yang mengeluhkan Margin Call (modal menjadi nol). Ironisnya, karena ini adalah fenomena crash dari komputer yang tidak terprediksi oleh trader manapun, pada hari itu juga harga bergerak balik luarbiasa untuk pulih seperti semula dan lalu bergerak searah prediksi mereka. Ini adalah beberapa headline mengenai hal tersebut

Berdasarkan artikel di atas, kejadian naas tersebut disebabkan oleh transaksi para investor di Jepang yang beramai-ramai memenuhi ‘trade peminjaman yen’, tiba-tiba seluruh transaksinya dipaksa keluar saat titik support kuat tertembus. Karena badai transaksi otomatis yang terkomputerisasi ini terjadi maka Australian Dollar juga ikut terkena imbasnya. Jadi sepenuhnya merupakan kejadian yang tak terprediksi. Dan ada kisah yang ironis sekali tentang trader yang padahal dalam hitungan beberapa bulan sudah mencapai profit 100% dari modal, tapi setelah kejadian ini, mereka kehilangan seluruh accountnya. Jadi modalnya dari 100% menjadi 200%, lalu sekejap pada jam 5 pagi, di saat mereka tidur, semuanya menjadi 0%. Hal ini mengindikasikan bahayanya resiko besar yang diakibatkan oleh ekspektasi profit yang fantastis. Karena profit fantastis itu selalu diakibatkan oleh Money Management yang salah, sehingga seluruh modal beresiko hilang.

Status Facebook salah satu trader yang cukup ironis pada saat kejadian crash tersebut

Chart AUDJPY, USDJPY, dan  AUDUSD yang serempak mendadak mengalami anjlok parah saat awal market jam 5 pagi  dan membuat tail yang sangat panjang. Hal ini membuat terjadinya petaka bagi trader dengan money management buruk. Bisa dilihat di candle AUDUSD dengan candle Daily, bahwa sebetulnya hari itu harga malah ditutup dengan mengalami kenaikan, bukan penurunan. Jadi sebetulnya analisa mereka bisa dibilang bagus, tapi false break yang terjadi terlalu parah, sehingga malah terjadi kerugian.

Salah satu kisah klasik mengenai bahayanya trading tanpa money management juga bisa dilihat dari kasus hancurnya saham BUMI Resources. Dulu saham BUMI tergolong saham bluechip dengan harga per lembar di kisaran Rp.8000,-. Namun dia mengalami penurunan drastis luar biasa, dalam waktu singkat harganya anjlok 95% ke harga Rp.400,- per saham. Hal ini disebabkan utang yang menggunung, penerapan Good Corporate Governance yang kurang oke, dilengkapi dengan sentimen makro sektor batubara membuat harga saham BUMI terus terjun bebas bahkan hingga memasuki zona saham gocap, yang berarti total anjlok sampai 99,375%. Terdapat sebagian investor yang portfolionya sebagian besar merupakan saham BUMI dan meng-hold saham tersebut. Bisa dibayangkan betapa hancurnya portfolio mereka akibatnya. Jadi bisa dibilang bahwa penerapan Money Management yang tepat untuk menanggulangi resiko dan pertumbuhan modal yang reasonable sehingga kita bisa profit konsisten merupakan kunci dari trading sehingg kita bisa mendapatkan persentase profit ideal trading dan investasi saham

Masih teringat betapa rekan / teman begitu semangat pamer profit yang luar biasa besar/ tinggi dan saat itu semua trader sudah seperti tidak mikir lagi untuk membeli saham. Langsung dibeli bahkan ketika saham BUMI tersebut perlahan lahan anjlok tetap saja diburu untuk dibeli karena dianggap ” Time To Buy” yang  berarti saatnya beli karena sudah dianggap murah sehingga banyak trader yang saat itu berani menggadaikan rumah / mobil untuk membeli saham BUMI yang dianggap murah tersebut. 

Sayangnya, hasil akhir berkata lain, saham BUMI tersebut terus menurun dan sampai pada nilai Rp 1000 per lembar semua berebut jual dan tidak ada yg berani membeli dan terus menurun hingga sampai ke zona terendah

Nah, berapakah kira-kira tingkat imbal hasil tinggi yang masih tergolong aman dan terutama bisa dilakukan dengan konsisten dan tentunya melindungi kita dari dampak bencana finansial yang kita tidak bisa duga? Sebetulnya jawabannya relatif, tapi coba kita ambil patokan realistis yang dicapai oleh para trader besar.

Sebagai awal, kita bisa lihat dari artikel di atas bahwa Warren Buffett memiliki track record yang unparalleled. Sejak tahun 1965 sampai 2017, dia bisa menghasilkan 20,9% per tahun yang konsisten selama 52 tahun. Jelas disini, sebagai trader dia menjadi trader terbaik di dunia bukan karena gede-gedean profit. Tapi karena konsistensi luar biasa selama lebih dari setengah abad. Jadi pertanyaan yang perlu kita tanyakan sebetulnya bukanlah seberapa besar profitnya, tapi seberapa konsisten metode tersebut dalam menghadapi gempuran market yang kencang dan selalu berubah sesuka hati. Bagaimanakah dengan persentase profit  ideal trading dan investasi saham dari trader dan hedge fund lain?

Dari tabel ini kita bisa melihat profit per tahun beberapa top investor yang direkap dari tahun 2003-2018. Dan selama 15 tahun mereka konsisten bisa meraih profit belasan persen. Mungkin kita berpikir bahwa profit yang mereka hasilkan per tahun terlalu kecil ya dibandingkan berbagai cerita yang ada di luar sana. Akan tetapi, bila diakumulasikan selama 15 tahun, akumulasi tersebut akan menjadi seperti ini

Pada dasarnya modal awal tetap akan menjadi berlipat ganda berkali lipat seperti yang terlihat di tabel. Mereka bisa meraih profit sebesar 480%, 410%, dan 387,6% setelah terakumulasi. Tapi faktor terpenting yang bisa diambil adalah mereka bisa menjaga diri dari resiko kehilangan seluruh modal kita dan selalu konsisten profit dengan mempertahankan Money Management yang benar

Dalam gambar tersebut terlihat bahwa mereka bisa memiliki return lebih baik dari Indeks yang paling signifikan di Amerika. Indeks Standard & Poor 500 adalah benchmark (pembanding) yang paling umum digunakan untuk menentukan keadaan ekonomi secara keseluruhan di Amerika. Hal ini membuat sebagian besar investor juga menggunakan S&P 500 sebagai benchmark pada portfolio individual mereka. Sebelumnya Dow Jones Industrial Average adalah yang digunakan sebagai indikator kesehatan ekonomi Amerika. Akan tetapi indeks tersebut hanya berisi 30 saham dan sangat terbatas pada sektor yang diwakilinya. Hal ini menyebabkan lebih digunakannya S&P 500 karena memiliki cakupan yang lebih luas. Banyak hedge funds membandingkan performa tahunan mereka terhadap S&P 500. Mereka hendak menunjukkan kemampuan mereka untuk mengalahkan market atau disebut juga dengan alpha.

Dan perlu kita sadari, banyak diantara trader yang memperoleh profit luar biasa selama beberapa waktu. Namun banyak dari metode yang digunakan tidak bertahan lama dan kadang hanya bertahan beberapa bulan seperti cerita yang ada di atas atau paling lama setahun. Oleh karena itu saat kita memilih suatu metode trading, adalah lebih baik kita menilai suatu progress portfolio berdasarkan Compound Annual Growth Rate, yang berarti pertumbuhan tahunan sebuah investasi dalam suatu periode spesifik yang lebih lama dari satu tahun. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling akurat untuk menghitung dan menentukan imbal hasil dari aset individual, portfolio investasi, dan segala hal yang nilainya dapat naik atau turun dalam suatu periode tertentu. 

Kita tidak dapat menilai suatu metode trading atau investasi  berdasarkan pertumbuhan sebulan dua bulan, atau cuma setahun saja. Sebagai contoh adalah apabila saya trading dengan modal $1000 dan trading saya memperoleh yield 200% sehingga masuk tahun kedua modal saya menjadi 3000$. Tiba-tiba para tahun kedua, pergerakan market menjadi berbeda (seperti yang seringkali terjadi dalam dunia trading), dan tiba tiba modal kita berkurang 50% manjadi 1500$. Maka bila kita menggunakan metode yield rata-rata, growth kita adalah 200% – 50% dibagi 2 tahun, hasilnya 75%. Tentunya bila kita menilai growth kita 75% adalah salah. Dan bila kita hanya menghitung dari jumlah modal, yaitu $1500 – $1000 lalu hasilnya dibagi 2 tahun, hasilnya 25%, tentunya juga kurang tepat, karena tidak memperhatikan aspek compoundingnya. Yang paling tepat adalah mempertimbangkan hasil compoundingnya dengan rumus CAGR, seperti pada tabel di bawah ini. Retur yang tepat adalah 22.47% per tahun

Penerapan CAGR dalam kasus di atas & rumus CAGR

Dari apa yang kita bahas dari awal artikel kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dalam investasi, dibanding profit yang besar, adalah lebih baik kita memilih konsistensi. Imbal hasil yang besar bisa dibilang adalah fantasy bila kita tidak dapat melihat bukti bahwa return fantastis tersebut bisa dipertahankan selama bertahun tahun melewati berbagai keadaan market. Biarpun bukannya tidak bisa dilakukan. Juga fakta di lapangan membuktikan bahwa metode dengan imbal hasil besar yang fantastis mayoritas mudah sekali menewaskan modal dalam waktu singkat karena Money Management yang digunakan membuat modal terekspos resiko yang besar sehingga bila terkena resikonya akan sangat sulit untuk pulih, atau bahkan modal menjadi nol. Biarpun sekali lagi saya nyatakan, bahwa hal tersebut bukannya tidak mungkin dilakukan. Tapi kecil kemungkinannya. Selain itu energy mental yang terkuras bila jumlah modal signifikan dan mengalami drawdown besar saat trend berubah adalah pengalaman emosional yang takkan terlupakan. Banyak trader termasuk saya sendiri beberapa tahun lalu, pernah mengalami hal tersebut ataupun pengalaman saat melakukan trend trading yang berarti sering cut loss dan holding profit sampai sebesar mungkin juga akan menguras mental saat modalnya besar. Bisa dibilang benturan terhadap trading psychology bila menggunakan metode return fantastis sangatlah signifikan, dan sayangnya idealnya hanya trader berpengalaman yg sudah sering merasakan pahitnya trading yang bisa mengatasinya, berarti not recommended for beginners.

Dari hal diatas kita bisa menyimpulkan bahwa trading dengan metode yang mengutamakan konsistensi adalah jalan terbaik. Karena kita bisa melindungi modal kita, yang membuat kita bisa menggunakan dana yang lebih besar dan bisa menggunakan prinsip compounding demi membuat dana kita terus bertambah besar secara eksponensial. Compounding sendiri adalah proses dimana imbal hasil dari suatu aset, apakah dari capital gain, profit, atau bunga, akan di re-investasikan kembali untuk menghasilkan penambahan imbal hasil seiring dengan waktu berjala dan investasi atau trading kita menjadi bisa berkembang secara eksponensial. Return fantastis biasanya sulit untuk compounding, karena kalaupun kita bisa melakukannya , setiap keuntungan dalam jangka waktu tertentu harus selalu ditarik untuk berjaga-jaga akan habisnya modal dan metode tersebut hanya bisa dilakukan dengan apa yang disebut dalam dunia investasi sebagai “modal yang boleh hilang”, karena sebagai trader, sejak awal kita harus selalu siap akan resiko trading kita. Berlawanan dengan hal tersebut, bila kita melakukan metode compounding untuk modal besar dengan metode konsisten yang juga meminimalisir kehancuran modal, trading kita akan sangat powerful. Dan hal ini membuat kita dapat trading for living dan mencapai apa yang kita bahas di awal artikel yaitu kehidupan finansial yang membuat kita dapat menikmati time freedom

Ini adalah illustrasi compounding untuk bunga (interest). Bisa dibayangkan bila compounding profit, tentu akan lebih signifikan lagi hasilnya.

Berikut ini adalah sambungan dari illustrasi mentor saya yang ada pada awal artikel:

Bila Anda bertanya kepada saya berapa persentase ideal profit trading dan investasi saham yang masuk akan dalam melakukan trading, saya akan menjawabnya dari sudut pandang saya yaitu sebagai berikut: Kami menganggap anda semua adalah jagoan trading yang sangat super sehingga mampu mendapatkan return sebesar lima puluh persen (50%) dalam sebulan, akan tetapi bagi saya ini seperti anda memaksakan diri anda seperti sopir angkotan umum terus memaksakan  penumpang dan terus bekerja hingga 24 jam (dua puluh empat)tanpa berhenti sehingga kemungkinan kecelakaan semakin besar karena anda harus terus focus tanpa tidur menarik angkot anda tanpa henti. (Illustrasi belaka untuk memudahkan pengertian- Leonard) sehingga hal ini menjadi sangat tidak sehat dan sangat beresiko mencelakan diri anda send

Illustrasi kedua, anggaplah anda bisa mendapatkan persentase profit ideal trading dan investasi saham sebesar 2,5% (dua setengah persen) dari satu kali transaksi, dan dalam sebulan Anda bisa melakukan 4–6 kali transaksi. Maka dengan dana Rp10 juta yang telah dikurangi dana cadangan menjadi Rp8 juta, Anda akan mendapatkan sekitar Rp 800 ribu – Rp 1.2 Juta (satu juta dua ratus ribu rupiah) per bulan, itu dengan catatan semua transaksi Anda untung seperti layaknya illustrasi sopir angkotan diatas, anda harus bisa trading dengan semua hasil adalah untung dimana sekali lagi investor hebat seperti Warren Buffet juga pernah mengalami kerugian, apakah kita adalah super trader sehingga tidak pernah mengalami kerugian saham sekali?

Oleh karena itu, bila Anda menghendaki pendapatan sebesar Rp 5 juta dalam sebulan, maka siapkanlah dana di atas Rp50 juta (lima puluh juta rupiah), atau mungkin Rp100 juta, agar bisa memberikan keuntungan yang bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan anda trading juga tidak seperti illustrasi sopir angkotan diatas; anda juga tetap mempunyai waktu buat keluarga, masih bisa bekerja aktif baik itu sebagai karyawan ataupun sebagai pelaku bisnis dan menjadikan trading saham ini sebagai investasi di masa tua anda.

Jadi bisa dibilang jawaban persentase profit ideal trading dan investasi saham adalah  profit/  growth 3-5% saja per bulan asalkan bisa menghasilan profit konsisten dalam jangka panjang merupakan salah satu jalan terbaik untuk compounding modal kita demi meraih profit sambil melindungi modal kita sehingga kita tidak cuma bisa trading dengan modal kecil.

Untuk mencapai tujuan ini, kita bisa menggunakan instrumen Options Selling untuk konsisten mencapai goal finansial kita. Hal ini disebabkan oleh tingginya probabilitas trade kita dan adanya theta yang membuat kita dapat memanfaatkan penyusutan waktu yang ibaratnya seperti mendapatkan sewa saat kita menyewakan properti dan terutama, layak digunakan untuk uang jumlah besar karena memiliki metode untuk melindungi modal (Baca: Cara membatasi kerugian saat saham turun) . Karena di luaran banyak sekali system trading yang bisa digolongkan agresive trading, makanya hanya bisa dilakukan untuk jumlah dana/ modal terbatas akibat besarnya resiko. 

Salah satu Kentungan terbaik menjadi options seller anda tidak perlu bergadang melewati seluruh jam waktu Amerika yang terbalik dengan jam waktu kita, dikarenankan trading Options Selling hanya bisa ditradingkan di Bursa Saham Amerika (NYSE) dan keistimewaanya adalah seperti menanam benih. Setelah menanam tinggal tunggu menuai, yang membuat Psikologi Trading kita lebih nyaman dari instrumen lainnya bila modal kita besar & signifikan. Tapi tentunya kita sebagai smart people perlu mengerti bagaimana cara yang tepat dan terbukti handal dalam penggunaan metode ini. 

Demikian penjelasan dari berapa besar persentase profit ideal trading dan investasi saham di www.tradingaddict.id. Semoga berkenan dan bermanfaat bagi semua pembaca

Author : Leonard D

Materi diatas akan dibahas pada acara di bawah ini:

Exclusive Seminar Options Selling

Topic:

“Cara Smart Trading Saham dan Options di Bursa Saham Amerika”

Venue : Jakarta