Sudahkah anda mengenal potensi selling options on futures? Pada saat options diperkenalkan di Indonesia belasan tahun lalu, pelatihan yang ada didominasi oleh pelatihan options buyer yang memanfaatkan bursa saham Amerika, indeks, dan ETF. Sampai sekarang pun ketiga instrumen itu merupakan magnet bagi trader pemula yang sedang mencoba-coba options atau mereka yang beralih dari bursa saham lokal Indonesia ke bursa saham yang jauh lebih besar yaitu di New York Stock Exchange. Namun sebetulnya bila kita membatasi pada instrumen-instrumen yang disebutkan di atas, sebenarnya bisa dibilang kita membatasi potensi dari options itu sendiri.

Salah satu sebabnya adalah karena seringkali terdapat korelasi yang kuat antara indeks, sebagian saham, sebagian indeks sektoral, dan sebagian ETF. Saham tentu terkait dengan indeks, apalagi saham yang memiliki high beta. Beta adalah greeks yang mengukur korelasi antara suatu saham dengan indeks. Saat indeks besar turun atau naik, indeks sektoral, dan saham akan terkena imbasnya. Misal bila S&P 500 turun, saham AMZN (Amazon) & AAPL (Apple) akan terkena imbasnya sehingga ikut turun. Jadi diversifikasi dari portfolio kita tidak akan maksimal bila kita hanya membatasi diri untuk hanya trade pada instrumen-instrumen di atas. Karena semua investasi kita bergantung pada probabilitas. Hal ini membuat diversifikasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan finansial kita. Bila kita mendiversifikasi trade kita, maka sebagian trade yang buruk memiliki probabilitas yang lebih kecil untuk mempengaruhi trade kita yang lain dan membuat account kita punah. Sungguh menyedihkan bila melihat seluruh investasi kita ditaruh di satu tempat yang salah dan kemudian hangus oleh situasi market yang buruk.

Jadi bila kita mau melebarkan ruang lingkup kita, terdapat instrumen lainnya yang bisa kita tradingkan selain yang telah disebutkan di atas. Yaitu instrumen yang bisa memenuhi kebutuhan defense kita, yaitu faktor overtrading yang melindungi portfolio kita dari exposure ketidakpastian market, karena di dalamnya mencakup banyak uncorrelated asset. Selain itu juga memenuhi kebutuhan offense kita, yaitu bagaimana memaksimalkan profit dari modal yang kita miliki tanpa perlu overtrading karena exposure kita terhadap liarnya market bisa kita batasi.

Instrumen itu adalah futures market, dimana bila kita menggunakan options sewaktu trading di dalamnya, maka kita bisa memperkecil exposure besar yang membahayakan di dalamnya. Karena terdapat banyak traders di dunia ini yang sangat was-was terhadap futures market akibat besarnya exposure dan margin yang dituntut dalam satu posisi futures, hal ini membuat  banyak orang percaya bahwa trading futures biarpun keuntungannya besar, memiliki resiko yang sangat besar dan bahkan dapat menghancurkan portfolio dengan signifikan. Untungnya, dengan options kita bisa memperkecil exposurenya, yang berarti juga memperkecil resikonya. Tentunya keuntungannya juga mengecil, tapi berkat sistem margin yang unik dari options on futures, kita bisa mendapatkan return on capital yang lebih besar daripada trading pada stock ataupun ETF.

Seringkali orang berpikir bahwa bila aset-aset besar yang ada di dalam futures commodity, juga tercakup dalam ETF. Jadi lebih baik kita trade options on ETF saja. Namun dari tabel ini kita bisa melihat bahwa potensi profit berbanding margin dari options on futures itu sendiri bisa lebih besar dibanding options on ETF. Terlihat bahwa profit maksimum yang bisa dicapai oleh ETF pada posisi yang sama (At The Money) berbeda jauh dengan bila kita menggunakan options pada posisi futuresnya.

Instrument: FuturesMargin ATM Naked PutMax Return on CapitalInstrument: ETFMargin ATM Naked PutMax Return on Capital
S & P 500 (ES)$6,62039%S & P 500 (SPY)$5,4147%
Nasdaq 100 (NQ)$6,60255%Nasdaq 100 (QQQ)$3,2629%
Natural Gas (NG)$2,98020%Natural Gas (UNG)$3847%
Gold (GC)$2,61270%Gold (GLD)$2,5546%
Crude Oil (CL)$2,20281%Crude Oil (USO)$25712%

Perbandingan margin (Buying power Reduction) berbanding profit maksimal yang dapat dicapai diantara posisi Futures dan posisi ETF pada strike price At The Money bulan April 2018

Sebelum kita mulai membahas Options on Futures, kita perlu membahas apa itu Futures terlebih dahulu. Karena orang seringkali memiliki pengertian yang salah mengenai kontrak futures dan kontrak options. Sebetulnya pada pada Options on Futures, kita menggunakan futures sebagai aset. Mirip seperti halnya pada Options on Stock, kita menggunakan Saham sebagai aset. Tapi sebetulnya pada dasarnya Futures itu sendiri merupakan suatu kontrak yang terdapat kewajiban penyerahan aset juga di dalamnya. Secara sekilas, kontrak Futures terlihat mirip dengan kontrak Options bagi orang awam. Karena itu, kita perlu memahami karakteristik dan perbedaan dari kontrak futures ini, yang tentunya berbeda dengan definisi dari kontrak options itu sendiri.

Tidak seperti saham pada perusahaan seperti Apple, Tesla, Adobe, ataupun Caterpillar, instrumen futures terutama futures di bidang komoditas adalah produk fisik yang dipakai orang-orang setiap hari. Tidak perduli apa yang terjadi pada pasar kredit atau ruang meeting Dewan direksi perusahaan, orang2 akan selalu mengkonsumsi gula, minum kopi, memakan makanan yang terbuat dari gandum, dan mengisi mobil mereka dengan bensin. Aset ini akan selalu memiliki nilai. Dan karakteristik aset-aset ini jauh berbeda dibandingkan sebuah perusahaan. Dimana terdapat banyak karakteristik perusahaan yang seringkali di luar kontrol kita dan merugikan posisi trading kita. Contohnya: komoditas jagung tidak akan menjadi ‘too big to fail’ (teori yang menyatakan bahwa suatu perusahaan, terutama institusi finansial, yang sangatlah besar dan memiliki keterkaitan yang sangat vital, sehingga kegagalan mereka menjadi bencana besar bagi lingkup sistem ekonomi yg luas, sehingga mereka harus didukung oleh pemerintah saat mereka mengalami kesulitan), komoditas emas tidak dapat bangkrut, komoditas perak tidak dapat memanipulasi pembukuan mereka untuk menaikkan value mereka di mata investor, komoditas minyak bumi tidak bisa kena tuntut akibat melakukan perbuatan melanggar hukum, dan CEO dari komoditas gandum tidak akan bisa menggelapkan uang dari para pemegang saham. Komoditas memiliki mekanisme dasar yang berbeda dari sebuah perusahaan.

 Perbedaan paling fundamental antara options dan futures terletak pada kewajiban yang diterapkan pada pembeli dan penjualnya, Sebuah options memberi kepada pembelinya sebuah hak, tapi bukan kewajiban untuk membeli (atau menjual) sebuah aset pada harga tertentu, kapanpun selama kontrak tersebut berlaku. Hal inilah yang mendasari nama ‘options’. Dan ‘options/pilihan’ ini memiliki harga dalam wujud ‘premi’. Penjual dari options mengambil resiko volatilitas tambahan yang menaikkan nilai premi yang mereka dapatkan. Akan tetapi potensi keuntungan yang mereka dapatkan akan dibatasi, sementara potensi kerugian mereka cukup besar. Karena itu perlu teknik tepat yang dapat digunakan untuk mengetahui resiko volatilitas mana yang layak diambil, dan untungnya hal ini dapat dipelajari dalam workshop

Sementara sebuah kontrak futures memberi kewajiban pada pembelinya untuk membeli sebuah aset tertentu, dan pada penjualnya untuk memberikan aset tersebut pada tanggal pada suatu tanggal spesifik di waktu yang akan datang, kecuali posisi yang dipegang tersebut ditutup sebelum masa kontrak habis. Jadi keduanya memiliki kewajiban terhadap aset yang dimilikinya pada harga tertentu saat hari penyelesaian. Karena kewajiban yang mengikat inilah, maka kita bisa menggunakan futures sebagai aset pada kontrak options

Perbedaan mendasar lain antara kedua instrumen finansial ini adalah cara keuntungan didapat dari pemegang posisinya. Keuntungan dari options dapat direalisasikan dengan tiga cara berikut:

  1. Exercise options yang dimiliki saat posisinya deep in the money
  2. Mengambil posisi yang berlawanan dalam market
  3. Atau menunggu hingga kadaluarsa dan mengambil selisih antara harga aset dan harga strike

Sementara keuntungan dari posisi futures adalah sesuai harga market setiap hari. Dengan kata lain yaitu melalui perubahan nilai dari posisi yang terkait dengan akun futures tersebut di akhir setiap hari trading. Keuntungan kita berdasarkan selisih nilai pada saat kita mengambil posisi dan saat menutup posisi dalam masa kontrak futures tersebut.

Perbedaan lain antara futures dan options adalah ukuran dari posisi yang didasarinya. Tabel ini merangkum perbedaan mendasar antara keduanya

Dasar perbandinganFuturesOptions

Arti

Kontrak Futures adalah kontrak yang mengikatOptions memberikan trader dengan hak untuk membeli atau menjual sebuah instrumen finansial
Kewajiban PembeliYa, harus eksekusi kontrakTidak, tiada kewajiban
Eksekusi KontrakPada tanggal yang disetujuiKapanpun sebelum tanggal yang disepakati kadaluarsa
ResikoTinggiTerbatas
Pembayaran AwalTanpa pembayaran awalDibayar dalam bentuk premi
Leverage8-50 kali lipatTerbatas

Options on Futures mempunyai waktu trade yang sama seperti futures-nya. Akan tetapi likuiditas pada jam market Eropa & Asia akan lebih tipis. Dan partisipan trade yang sedikit akan menyebabkan spread bid/ask yang lebar, lebih sulit untuk mengambil posisi, management yang lebih sulit, dan Profit/Loss yang berayun lebih lebar. Sehingga jam trading idealnya pada sebagian besar assetnya pada dasarnya hampir mirip dengan Options on Stock. Kita juga perlu memperhatikan apakah settlement dari komoditas tersebut adalah cash-settled ataukah physically-settled agar tidak terjebak dengan penyerahan barang dengan jumlah raksasa saat kontrak futures kita settled.

Dengan options on futures, bila kita adalah seorang trader futures, kita bisa memperkaya strategi trading kita di instrumen futures. Pada umumnya trading di futures dapat dilakukan secara ‘delta statis’, yaitu dengan:

  1. Outright directional
  2. Pairs
  3. Calendars

Sementara itu dengan menggunakan options on futures, kita bisa menggunakan ‘delta dinamis’ yaitu dengan cara:

  1. Hedging static deltas
  2. Volatility reversion dan delta neutrality
  3. Menambahkan theta untuk memperkaya pertambahan portfolio

Setelah kita memahami mengenai perbedaan Futures dengan Options, serta perbedaan Trading Futures dengan Options on Futures, mari kita bandingkan antara Options on Futures dengan Options on Stock berdasarkan tabel di bawah:

Options pada EkuitasOptions pada Futures
Kadaluarsa menjadi 100 lembar saham, baik melalui pembelian (long) maupun penjualan (short)Kadaluarsa menjadi 1 posisi Futures, baik melalui pembelian (long) maupun penjualan (short)
Multiplier terstandarisasi (100)Multiplier harga bervariasi
Posisi At the Money berdasarkan harga sahamPosisi At the Money berdasarkan bulan kadaluarsa futures masing-masing
Efisiensi modal dapat menggunakan strategi coveredEfisiensi modal dapat menggunakan strategi covered tapi harus berdasarkan kontrak futures dengan Term Structure yang sama
Leverage lebih rendah dari Futures optionsLeverage yang tinggi dapat menghasilkan Return on Capital yang lebih tinggi

Sementara keuntungan Futures Options bila dibandingkan dengan Stock Options adalah sebagai berikut:

  1. Margin yang lebih rendah secara substansial (yang juga berarti potensi keuntungan yang lebih besar).

Ini adalah salah satu alasan utama begitu banyak seller options mengkombinasikan futures ke dalam portfolionya. Atau bahkan berpaling sepenuhnya menjadi trading options in futures. Karena futures market mempunyai perhitungan margin yang unik dan berbeda dari saham. Tentunya perlu pengetahuan yang baik dalam hal ini, karena margin dalam futures seperti pedang bermata dua, tanpa pengetahuan yang cukup, malah berbalik bisa membahayakan dan menjadi lebih besar dari Options on Stock.

  1. Premi yang lebih tinggi bahkan pada strike price lebih jauh daripada Options on Stock

Kita dapat menghindari fluktuasi jangka pendek dengan keuntungan ini. Dan dengan manajemen strategi yang baik, dapat meningkatkan profitabilitas trading yang kita miliki.

  1. Likuiditas yang tinggi

Banyak trader options di saham mengeluhkan likuiditas yang jelek sehingga mereka terhambat untuk masuk atau melikuidasi posisi mereka. Walaupun sebagian kontrak futures memiliki open interest yang lebih tinggi dari lainnya, sebagian besar kontrak besar seperti Financials, gula, grains, emas, dan lainnya, mereka memiliki volume  dan open interest yang lebih substansial per strike price.

  1. Diversifikasi portfolio

Futures memiliki banyak aset yang tidak saling berkorelasi, dan tentu saja tidak akan terkait dengan posisi saham atau indeks yang kita miliki. Hal ini memperkaya variasi trading kita dan membuat kita tidak terjebak untuk ‘put all egg in one basket’

  1. Menghindari bias fundamental.

Sewaktu kita menjual options pada saham, terdapat banyak faktor. Contohnya seperti corporate earnings, pembagian dividen, komentar dari CEO atau Dewan Direksi, tindakan hukum terhadap perusahaan, keputusan bank sentral, atau arah dari indeks secara keseluruhan. Hal ini adalah faktor faktor di luar kontrol yang dapat mengguncang harga saham. Dengan menggunakan futures options, kita bisa menghindari exposure terhadap faktor-faktor ini.

  1. Supply dan Demand

Dalam komoditas, penentunya seperti biasa adalah supply dan demand. Faktor-faktor tradisional inilah yang mendikte harga. Mengetahui aspek fundamental ini dapat memberikan keuntungan untuk memutuskan options mana yang mau kita jual.

Setelah memahami berbagai perbedaan dan keuntungan Options on Futures, kita menjadi lebih siap untuk mengenal potensi selling options on futures untuk mengintegrasikannya dalam trading kita. Akan tetapi, tentunya kita perlu mempelajari detail-detail trading yang vital untuk bisa menggunakannya. Tentunya akan muncul pertanyaan-pertanyaan seperti sewaktu awalnya saya mengenal Options on futures. Berikut ini saya akan jabarkan pertanyaan umum mengenai Options on futures.

Saat saya mulai mengenal potensi selling options on futures, saya sempat terkesan dengan salah satu keunggulan Options on Futures dibanding Options on Stock, yaitu pemanfaatan SPAN margin dalam dunia futures. SPAN margin adalah double edged sword yang bila digunakan dengan baik, bisa meningkatkan jumlah posisi yang kita ambil dan memperbesar profitnya. Tapi juga bisa membunuh kita tanpa ampun bila kita salah dalam penggunaanya. Hal ini merupakan momok dalam dunia futures trading tanpa options, karena biasanya banyak yang tewas disebabkan oleh SPAN Margin ini. Umumnya mereka salah menganalisa dan lalu digencet tanpa ampun oleh floating minus dan margin yang terus spanning. Namun bila kita bisa manfaatkan dengan baik dengan menggunakan options, kita bisa meningkatkan profit dan edge trading kita. Namun, tidak sedikit pula Futures options trader yang mengami kerugian besar karena tidak mempunyai info yang tepat. Jadi bagaimanakah teknik yang tepat agar SPAN margin ini tidak menggorok leher kita, tapi dengan efektif membantu menambah posisi dan profit dengan wajar sesuai kemampuan kita?

Terdapat banyak sekali kontrak futures. Selain kontrak aktual futures di komoditas seperti silver, gold, palladium, platinum, copper, sugar, soybean, cocoa, corn, cotton, crude oil, natural gas, soybean meal, orange juice, coffee, dan begitu banyak komoditas fisik lainnya. Dan tentunya kita  terdapat juga financial futures. Financial futures meliputi T-bonds, treasury notes, index futures, dan currency futures. Bermacam-macam futures ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang kadang membingungkan para pemula yang baru menginjakkan kaki dalam options on futures.

Bagaimana  kita bisa mengetahui aset futures mana yang bagus untuk kita gunakan dan tingkat resikonya ideal dengan risk profile kita? Dan tentunya bagaimanakah detail contractnya agar kita tidak salah dalam menggunakannya? (Karena kadang ada yang memilki spesifikasi yang sangat berbeda. Sebagai contohnya adalah ZT (2 year treasury note) yang per-ticknya tidaklah standar menggunakan dollar dan cent, tapi menggunakan fractional, jadi dihitung 1/128 dari 1000$, yang tentu saja merupakan detail yang unik yang kita perlu pelajari sebelum terjun di dalamnya agar tidak loss)

Salah satu contoh keragaman sebagian produk futures di broker tastyworks

Selain itu, akan ada banyak pertanyaan-pertanyaan penting untuk mulai trading dan meraih profit darinya. Sebagian dari pertanyaan-pertanyaan ini adalah:

  1. Strategi: Strategi yang mana yang idealnya kita pakai ? Adakah produk tertentu yang lebih cocok dengan strategi spesifik tertentu?
  2. Mengambil posisi: Apa yang kita perlu perhatikan? Bagaimana kita mengukur premi yang ideal? Apakah parameter pengambilan posisi kita berubah sesuai paparan kondisi market?
  3. Manajemen posisi: Apakah target keuntungan berubah berdasarkan pergerakan harian, mingguan, dan bulanan? Apakah target keuntungan berubah berdasarkan paparan kondisi market? Bagaimana cara bertahan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan seperti floating loss ? Adakah cara hedging? Kapankah kita perlu roll atau adjust posisi?

Demi menjawab semua pertanyaan penting dan mengenal potensi selling options on futures tersebut untuk mengetahui bagaimana caranya profit dengan Option Selling on futures, untuk lebih lengkapnya dapat mengikuti seminar Option Selling yang diadakan oleh tradingaddict.id. Terima kasih

Materi diatas akan dibahas pada acara di bawah ini
Workshop Options Selling

Bagaimana caranya menggunakan dengan efektif formulasi GREEKS dalam Options Selling sehingga menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang bahkan saat harga saham hanya bergerak sideway di bursa saham Amerika (NYSE)

Workshop Options Selling akan diadakan di Jakarta