Pengertian Cara Trading CFD di Bursa Saham Amerika

Pengertian Cara Trading CFD di Bursa Saham Amerika

Author : Dr Leonard D

Trading CFD juga dapat Dividen loh..Asyik bangat khan !!!

Apa itu pengertian Cara Trading CFD di Bursa Saham Amerika. Dalam berinvestasi pada bursa terbesar dan paling liquid di dunia yaitu pada bursa USA, kita memiliki berbagai alternatif metode yang masing-masing memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri. Ada berbagai macam saham dengan market cap raksasa yang siap untuk kita beli di sana. Bila kita terbiasa membeli saham Indonesia, saat kita memutuskan untuk berinvestasi di bursa USA, kita dapat membelinya seperti aturan saat kita membeli saham di bursa Indonesia, yaitu membeli per lot, atau membeli per 100 lembar.

Akan tetapi, bagusnya lagi di bursa USA, kita bisa juga membeli per satu lembar, suatu privilege yang membuat kita sangat fleksibel dalam berinvestasi. Dan ada kelipatan saham yang sangat unik dan cocok bagi pelaku investasi yang lebih familiar dengan murahnya saham Indonesia secara harga, yaitu karena sebagian broker memberi kita kemampuan untuk membeli 0.01 lembar saham saja, yang disebut fractional stocks.

Fractional stocks membuat saham-saham dengan market cap besar seperti Apple (AAPL)  bisa dibeli dengan harga tidak sampai 20 ribu rupiah (1.19$ x 15.000 rupiah = 17.850 rupiah). Padahal bila kita membeli sesuai aturan per lot di Indonesia (100 lembar), maka kita akan keluar uang minimal sekitar 100 lembar x 119$ x Rp.15.000 = 178.500.000 rupiah. Tentunya hal ini sangat menarik karena perbedaan harganya yang sangat jauh untuk investasi minimalnya secara aturan. Salah satu kelebihan bursa US lainnya adalah kita juga memiliki fleksibilitas untuk bisa menjual duluan (tanpa memiliki saham terlebih dahulu) saat kita merasa harga saham akan anjlok karena suatu dampak fundamental maupun teknikal.

Kondisi saham AAPL 15 Okt 2020

Nah, semua metode di atas merupakan metode standar untuk melakukan trading. Yang berarti kita seperti membeli suatu aset dan mengharapkan harga aset tersebut naik atau turun sesuai analisa. Dan profit yang didapat dari kenaikan maupun penurunan harga saham atau underlying tersebut akan linear dan seimbang dengan modal yang kita keluarkan.

Akan tetapi dalam Bursa Saham Amerika, kita bisa juga mendapatkan profit yang persentasenya akan lebih besar daripada besaran kenaikan/penurunan saat kita membeli/jual saham secara konvensional, yaitu dengan menggunakan fasilitas CFD (Contract For Difference). Hal ini membuat kita dapat menggunakan modal yang lebih sedikit untuk hasil yang lebih besar, dan tentunya dengan kelebihan dan kekurangan spesifik yang termasuk di dalamnya.

CFD bisa didefinisikan sebagai suatu perjanjian yang dibuat pada suatu perdagangan derivatif finansial dimana pembeli dan penjual akan melakukan penyelesaian untuk membayarkan selisih antara harga pembukaan posisi dan harga penutupan posisi secara tunai, tanpa penyerahan barang secara fisik atau penyerahan suatu sekuritas tertentu. CFD sendiri merupakan strategi trading tingkat lanjut yang digunakan oleh trader yang berpengalaman. CFD membuat investor dapat melakukan perdagangan terhadap arah suatu sekuritas dalam jangka pendek. Di dalamnya digunakan margin sehingga investor dapat hanya menaruh jumlah yang lebih sedikit dibanding jumlah kontrak yang sebenarnya harus dibayarkan. Secara garis besar, CFD digunakan oleh investor untuk memperoleh imbal hasil dari arah analisa apakah harga dari suatu aset sekuritas yang didasarinya akan meningkat atau menurun.

Seorang Trader yang mengharapkan kenaikan harga akan membeli (buy) CFD, sementara bagi yang berpandangan terjadinya kejatuhan harga akan menjual (sell) CFD. Selisih netto dari harga pembelian awal dan penjualan akhir akan ditotal untuk menjadi keuntungan atau kerugian. Atau sebaliknya, selisih dari harga penjualan awal dan pembelian akhir yang merupakan trade yang saling offsetting, akan ditotal sehingga menjadi keuntungan atau kerugian. Selisih ini akan diselesaikan pada akun trading sang trader. CFD dapat digunakan untuk memperdagangkan begitu banyak aset finansial dan sekuritas termasuk Exchange Trade Funds (ETF), dan pada kontrak futures pada komoditas.

CFD ditradingkan over the counter (OTC) melalui jaringan para broker yang mengorganisir permintaan dan penawaran terhadap CFD tersebut, dan harganya akan dikalkulasi pada parameter tersebut. Margin yang digunakan pada posisi CFD yang dimiliki oleh seorang trader akan selalu berubah-ubah. Bila harga bergerak melawan posisi CFD yang diambil, akan ada variasi margin tambahan yang dibebankan pada akun trading untuk menjaga level margin.

            Pasar CFD sangatlah mirip dengan pasar futures ataupun options, dimana perbedaannya adalah:

  • Tidak ada masa kadaluarsa, sehingga tidak ada penyusutan nilai oleh waktu.
  • Perdagangan dilakukan Over The Counter (OTC) dengan para broker CFD atau market maker.
  • Kontrak CFD biasanya satu berbanding satu dengan intrumen yang didasarinya.
  • Ukuran kontrak minimum kecil, sehingga dimungkinkan untuk membeli hanya satu saham CFD saja, tidak harus 100 saham seperti kontrak lot standar.

Terdapat berbagai keuntungan CFD dibanding instrumen-instrumen lainnya. Keunggulannya tersebut adalah:

            CFD menyediakan para trader dengan segala manfaat dan resiko dari memiliki suatu sekuritas tanpa harus memilikinya atau harus menerima eksekusi pengiriman aset fisik (biasanya terjadi pada perdagangan futures ataupun options pada saat habis masa berlaku kontrak).

            Pengunaan margin pada CFD berarti bahwa broker mengizinkan investor untuk meminjam uang untuk meningkatkan daya ungkit atau ukuran posisi untuk melipatgandakan hasil. Namun broker akan mengharuskan para trader untuk menjaga jumlah dana pada akun sebelum mereka membolehkan tipe transaksi seperti ini. Leverage (daya ungkit) standar pada pasar CFD bisa serendah 2% sampai 20%, tergantung kebijakan masing-masing broker. Semakin sedikit persyaratan margin berarti makin sedikit paparan terhadap modal dan makin besar potensi imbal hasil untuk trader.

            CFD tidak seperti market lainnya yang membutuhkan prasyarat yang ketat, penalti, atau bahkan pembekuan account saat melakukan day trade (posisi jual/beli yang ditutup di hari yang sama). Market CFD tidak diikat dengan pembatasan seperti ini dan semua pemilik account bisa day trade bila mereka menginginkannya.

            Pada umumnya, terdapat lebih sedikit regulasi yang mengekang pasar CFD dibanding bursa standar. Hal ini membuat CFD bisa memiliki kewajiban dana awal yang sedikit pada akun broker, misalnya 1000$. Selain itu, karena CFD merupakan cerminan dari kegitan-kegiatan dari sebuah perusahaan, seorang pemilik CFD bisa menerima dividen tunai, yang meningkatkan imbal hasil investasi sang trader. Sebagian besar broker penyedia CFD menawarkan produk-produk pada semua market utama dunia. Trader memiliki akses mudah pada semua market yang disediakan pada broker yang dimilikinya.

Untuk lebih memahami mengenai CFD ini, mari kita menyimak sebuah contoh perdagangan CFD di bawah ini:

            Misalnya seseorang mau membeli CFD QQQ yang merupakan ETF dari indeks Nasdaq. Kita ambil patokan bahwa broker tersebut akan menahan 10% dari total nilai transaksi tersebut. Investor tersebut lalu membeli 100 lembar dari QQQ pada harga 184.02$ per lembar. Total nilai transaksi tersebut adalah 18.402$, akan tetapi trader hanya harus membayar margin sebesar 1840.2$. Tiga bulan kemudian misalnya QQQ diperdagangkan pada harga 228$ per lembar, maka sang trader keluar dari posisi tersebut dengan keuntungan 43.98$ per lembar atau totalnya 4398$.

            Sebuah posisi CFD diselesaikan secara tunai, yang berarti posisi awal sang trader adalah 18.402$ dan posisi akhir sebesar 228$ dikalikan 100 lembar yaitu sebesar 22.800$, akan diselisihkan, lalu kenaikan nilai sebesar 4398$ akan ditambahkan pada akun sang investor.

            Nah, bila dihitung secara pergerakan harga, bila investor tersebut tidak menggunakan CFD dan murni membeli 100 lembar ETF tersebut (per lot) dan memperoleh keuntungan darinya, maka keuntungan dari kenaikan ETF tersebut adalah sebesar (pertambahan nilai) dibagi (nilai saham) dikalikan 100%. Maka akan menjadi 4398 : 18.402 x 100%, maka menjadi 23.9% ROI (Return on Investment). Sementar bila dia menggunakan CFD, maka ROI akan menjadi 4398:1840.2 x 100% = 238.9%.

            Akan tetapi untuk mengunakan CFD secara tepat tentunya memerlukan suatu keahlian dan pengalaman (yang tentunya  bisa dipelajari dan dikuasai) supaya Cara Trading CFD di Bursa Saham Amerika bisa cepat dipelajari. Hal ini disebabkan karena terdapat kemungkinan kehilangan modal margin awal sebesar 1840$ tersebut, serta seiring dengan makin diserangnya posisi kita (berlawanan arah dengan analisa), maka margin yang ditahan akan makin besar, sehingga juga bisa dibilang modal margin awal tersebut adalah fluktuatif dan bisa spanning (mengembang).

            Oleh karena resiko seperti ini, kita membutuhkan manajemen resiko yang baik. Kita perlu tahu dimana menempatkan order take profit untuk secara otomatis menutup posisi pada sebuah level profit tertentu, yang berarti kita tidak perlu menghabiskan waktu melihat fluktuasi harga. Hal ini juga mengurangi kecenderungan untuk terlalu terikat pada ‘winning trade’ dalam jangka waktu terlalu lama, karena sebagai manusia, emosi dapat mengambil alih dan membutakan kita dari target ekspektasi awal kita.

            Selain itu, stop loss juga merupakan teman terbaik kita untuk membatasi potensi kerugian kita. Suatu stop loss adalah sebuah titik dimana posisi terebut dapat menutup secara otomatis, bila harga sekuritas tersebut terlalu naik/turun dari posisi entry trader tersebut. Keduanya merupakan aspek manajemen resiko yang sangat penting. Melakukan setting stop loss adalah sangat penting pada instrumen dengan daya ungkit tinggi seperti CFD ini, baik seorang pemula maupun bagi yang sudah sangat berpengalaman. Saat kita merasakan beban emosional yang sangat berat dari maket yang sedang jatuh, anda akan mengerti betapa menyakitkan saat kehilangan uang dalam waktu singkat. 

Kita perlu paham betul bahwa market pada CFD bersifat volatile, dan kita harus dapat mengantisipasi semua resiko, dan itulah yang membedakan trader yang bisa konsisten profit pada CFD dengan trader yang tradingnya kacau akibat terbawa emosi

Seorang trader CFD yang baik akan melakukan diversifikasi. Salah satu pelajaran berhaga yang bisa dipelajari dari investor-investor sukes di dunia adalah bahwa diversifikasi merupakan kunci untuk meminimalisir resiko. Keberagaman instrumen investasi dan market yang kita pilih adalah penting, dan trader yang sukses memastikan bahwa mereka tidak terekspos pada kemungkinan kejatuhan market yang parah pada satu bidang saja. Sebagai contoh, saat saham-saham perbankan mulai berjatuhan pada periode 2007-2008 saat krisis finansial di Amerika dimulai, banyak trader termasuk juga trader yang memperdagangkan CFD kehilangan banyak uang karena mereka terlalu terfokus pada saham di sektor ini. Kesimpulannya adalah bahwa CFD merupakan instrumen trading yang sangat berguna untuk memberikan kekayaan pada kita, tetapi hanya bila kita mempergunakannya secara bijaksana, logis, dan berhati hati.

            Pelajaran lainnya yang penting diperhatikan sebagai seorang trader CFD adalah agar kita bersifat objektif terhadap keputusan trading kita, sehingga kita dapat membuat diri kita merealisasikan profit kita dan juga dapat melakukan cut loss pada timing yang tepat. Hal ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, dan banyak trader menjadi frustrasi saat posisi yang mereka sudah analisa sebelumnya secara detail dan mendalam, malah terbukti menjadi trading yang membawa kerugian. Perlu diingat bahwa trade yang end resultnya seperti ini belum tentu terjadi karena kita mengambil keputusan yang salah, akan tetapi pada saat tersebut, situasi berkata lain, dan akan jauh lebih baik untuk membuang posisi yang salah dengan cut loss dengan lebih dini, daripada kita terus menunggu dan terus menghabiskan uang dalam kerugian yang makin membesar, dengan harapan bahwa mungkin saja nantinya keadaan akan berbalik dan kerugian tersebut akan pulih sendiri. Para investor yang paling sukses selalu cepat dan tegas dalam mengambil keputusan, dan tidak takut untuk mengubah pemikiran mereka saat angka di layar mulai terlihat jelas bahwa posisi tersebut berada pada wilayah kerugian.

            Selain bisa digunakan sebagai metode straightforward untuk mendapatkan keuntungan, yaitu mendapatkan keuntungan dari arah naik bila kita menganalisa harga sahamnya naik, dan profit bila harga sahamnya turun, bila kita menganalisa arahnya turun, terdapat beberapa strategi alternatif yang dapat dilakukan dalam melakukan trading CFD.

            Strategi pertama adalah melakukan pairs trading. Hal ini merupakan strategi yang dilakukan pada market yang bersifat netral dan umumnya dilakukan pada saham. Akan tetapi kita juga mampu melakukannya dengan 2 ETF, mata uang, komoditas, dll. Keuntungan utamanya adah bahwa strategi ini bisa dilakukan pada volatilitas tinggi ataupun rendah, dan arah market tidaklah terlalu signifikan dalam menggunakan strategi ini.

Strategi ini bekerja saat kita menginvestasikan 2 CFD yang berbeda yang berasal pada industri yang sama. Kita melakukan buy (long) pada satu saham, dan satu posisi sell (short) pada yang satunya lagi. Korelasi merupakan konsep yang digunakan pada strategi ini. Korelasi adalah pengukuran koneksi/hubungan diantara 2 aset. Dengan strategi ini, kita menggunakan 2 aset yang seringkali sangat korelatif yang makin lama tingkat korelasinya berkurang.  Strategi ini membuat kita mampu memanfaatkan divergensi antara 2 aset yang mendasarinya. Pertama-tama kita perlu memilih aset yang tergolong memiliki trend kuat dan trend yang lemah. Kita akan melakukan long pada aset yang lebih lemah dan underperforming, sementara kita akan short pada aset yang lebih kuat. Sebagai contoh, bila kita melihat 2 saham yang biasanya berkorelasi dan memiliki tren yang sama, lalu mereka tiba-tiba mereka tidak mengikuti trend yang sama, kita bisa memahami bahwa korelasi mereka melemah. Kita dapat mengambil keuntungan akan kondisi ini dengan strategi yang telah kita jabarkan di atas. Untuk memanfatkan divergensi ini, maka jual saham yang sedang naik, dan beli pada saham yang sedang turun.

            Pada umumnya, keseluruhan arah pasar tidak mempengaruhi hasilnya, karena kita akan mengalami keuntungan dari satu posisi, dan kerugian pada posisi satu lagi. Profit kita didasarkan pada kecenderungan pergerakan dari kedua sahamnya, bukan arah pasar. Oleh karena itu, kita akan mendapatkan keuntungan dari perbedaan pergerakan dari kedua harga aset, dan bukan dari arah pada kedua aset tersebut.

            Strategi lainnya adalah trading dengan berpatokan pada berita-berita fundamental. Pada sebagian besar waktu, sewaktu kita menggunakan CFD dalam metode ini umumnya digunakan metode intraday, day trade, atau bahkan scalping. Hal ini memungkinkan kita tidak perlu menginapkan posisi kita. Strategi intraday dan day trading memungkinkan kita untuk membuka dan menutup posisi pada sesi hari trading yang sama. Namun metode yang paling cocok untuk strategi trading menggunakan berita ini adalah scalping. Oleh karena tingginya fleksibilitas dan rendahnya biaya transaksi dari CFD, scalping sangatlah ideal untuk trading berpatokan pada berita. Dengan strategi ini, kita mengambil peluang untuk mendapatkan profit yang kecil tapi cepat dalam waktu singkat baik hitungan menit, paling lama satu jam. Untuk berhasil dengan trading seperti ini, sangatlah penting bagi kita untuk mengikuti kalender ekonomi dan finansial yang komperhensif, sehingga kita bisa waspada akan adanya event yang akan datang, maupun statistik tertentu yang bisa mempengaruhi aset yang kita tradingkan. Contoh sumber yang bisa kita ambil adalah dari forexfactory.com ataupun misalnya investing.com yang menyediakan kalender komperhensif seperti ini.

            Dengan strategi ini, kita bisa berinvestasi sebelum berita diluncurkan atau bahkan setelah berita tersebut muncul. Bila kita memilih sebelum berita muncul, berarti kita mencoba memahami dan mengantisipasi reaksi para trader global akan penerbitan berita yang akan muncul terebut. Hal ini bisa menjadi sangat beresiko, karena kita akan sulit mengetahui apakah berita itu akan berada di atas, di bawah, atau bahkan sama persis dengan ekspektasi market. Selain itu, reaksi market terhadap berita tersebut bisa jadi akan berbeda juga. Contohnya, kadang berita buruk terhadap suatu market malah faktanya direspon sebagai berita baik, dan demikian juga sebaliknya

Cara yang kedua untuk melakukan trading terhadap berita, adalah mengambil posisi setelah berita tersebut terjadi. Metode ini bertujuan untuk mengikuti arus, akan tetapi harus tetap waspada bahwa harga dapat dengan mudah dan cepat berganti arah. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menggunakan aturan money management yang ketat sewaktu menggunakan berita sebagai indikator trading. Adalah pantangan buat kita untuk melakukannya tanpa menggunakan order stop loss dan take profit yang tepat, sehingga kita bisa memanajemen resiko dengan baik.

            Metode pemanfaatan CFD lainnya, adalah menggunakan CFD sebagai hedging atau lindung nilai. Metode ini seringkali diperbandingkan dengan asuransi. Sebagai contoh, bila kita memiliki polis asuransi mobil terhadap kecelakaan, dan bila suatu musibah terjadi pada mobil kita, maka konsekuensi negatifnya akan berkurang. Pada bidang keuangan, hedging seringkali digunakan untuk mengurangi atau sepenuhnya menghilangkan resiko dari instumen investasi lainnya yang kita miliki. Bank-bank besar, hedge funds, dan banyak perusahaan investasi lainnya, semuanya menggunakan hedging untuk memproteksi investasi mereka. 

Menggunakan CFD untuk memproteksi investasi tradisional kita adalah metode yang bagus untuk mengambil kesempatan dari volatilitas harga. Hal ini sangat ideal bagi saham-saham bluechip. Metode ini dapat juga digunakan untuk mempersiapkan kita pada volatilitas yang lebih tinggi atau suatu kondisi ketidakpastian. Akan ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi market pada jangka pendek, yang akan mempengaruhi likuiditas dan kondisi market secara keseluruhan. Keputusan bank sentral, bencana alam, ketidakpastian geopolitis, penerbitan earning perusahaan, merupakan contoh event-event yang paling berpengaruh besar terhadap kondisi market.

            Saat menghadapi situasi beresiko seperti di atas, menjual saham kita untuk kemudian akan membeli lagi saham yang sama di saat harganya mungkin saja lebih rendah dan situasi lebih stabil dapat memiliki biaya transaksi yang mahal pada broker pada umumnya. CFD dapat menjadi solusi yang lebih murah dan lebih fleksibel untuk melindungi investasi kita sewaktu perilaku market susah kita prediksi. Akan tetapi, tentunya metode hedging ini tidaklah cocok pada semua kondisi, sehingga kita terlebih dahulu wajib menganalisa kondisi pasar terlebih dahulu.

Setelah kita membaca dan memahami CFD dengan baik berdasarkan artikel singkat ini, jelas bagi kita bahwa CFD menawarkan potensi keuntungan yang cukup baik, namun harus dibarengi dengan keahlian yang cukup. Nah, dengan pelatihan dari tradingaddict.id kita dapat mengambil peluang trading CFD pada saham-saham berkualitas yang disediakan oleh screener yang sangat mumpuni. Selain itu, bagi yang lebih suka trading yang bersifat high probability dan konsisten, dapat juga mempelajari trade dengan option selling pada saham, indeks, futures, maupun instrumen trading lainnya. Demikian artikel dari kami mengenai CFD. Semoga bisa membantu rekan-rekan memperoleh profit konsisten dengan tujuan berhasil mempelajari Cara Trading CFD di Bursa Saham Amerika

Belajar Trading Saham Harian di Jakarta

Belajar Trading Saham Harian di Jakarta

Kenapa Kita harus Belajar Trading Saham Harian di Jakarta

Kebanyakan orang mengenal kata “PASAR” adalah ke Supermarket / TOKO dimana kita bisa membeli Bahan Makanan / Barang lainnya akan tetapi tentu di artikel ini kita akan membahas “PASAR” dalam konteks yang lain

Apa Itu PASAR secara umum? misalnya kita punya sebuah TOKO buah, katakan jual Pisang. Kita berharap menjual PISANG dengan harga MAHAL dengan cara menimbun nya sehingga kita pergi ke Petani Pisang dengan cara membeli seluruh produk pisang sehingga tidak ada satupun TOKO daerah situ yang ada stock pisang. 

Dari situ , kita mengatur harga penjualan dimana kita atur harga bulan ini dan bulan depan berbeda ( inilah konsep saham FUTURE dalam market saham) dan pelan pelan menjual harga pisang dengan menaikan harga pisang bertaha setiap bulan.

Disisi lain, ada petani Pisang yang tidak bersedia menjual kepada kita sehingga dia menjual ke TOKO lain dengan harga lebih mahal dari yang diambil oleh TOKO kita

Y kira kira seperti itulah gambaran MARKET di umum.Tidak secara persis menggambarkan MARKET saham tapi intinya sama yaitu Supply dan Demand

Pasar Saham adalah media tempat terjadinya transaksi penjualan / trading Saham baik harian ataupun bulanan dan jaman sekarang belajar trading saham harian di jakarta pun dengan mudah dilakukan melalui media online

Bagaimana Market Saham Bekerja?

Ok,.andaikan seorang Day Trader (Trader Saham Harian) melakukan open posisi di SPX (SP500)- (seperti yang setiap hari lakukan selama 12 tahun ini) , kami melihat harga yang akan dibeli, dan memutuskan akan beli di harga tersebut.

Dulu sekali, trading saham harian / bulanan harus melakukan telepon, tapi sekarang karena enak bangat karena ada Internet yang bisa membuat trading saham harian di jakarta juga cepat sekali, bahkan dalam hitungan detik.

Setelah kita melakukan open posisi di harga yang kita sudah analisa, kita tinggal tunggu saja. 

Simple nya harga SPX naik kita untung dan jika harga SPX turun maka kita ada kemungkinan rugi juga

 

Tetapi di Trading Addict kita akan belajar bagaimana tetap kita bisa mendapatkan keuntungan bahkan saat harga saham bergerak naik, turun atau sideway

Dibawah ini VIDEO menjelaskan bagaimana KAMI trading saham (SPX) harian di Jakarta dan melakukan DONASI dengan menyumbangkan HASIL TRADING

Harga Saham dan Trend Saham Amerika

Katakanlah anda diperlihatkan Grafik SAHAM dan anda dimintakan apakah beli atau tidak saham dari perusahaan yang sudah kita analisa sebelumnya. 

Saham yang naik biasanya menunjukan bahwa perusahaan tersebut sukses berkembang dan bisa menjadikan indikasi bahwa perusahaan ini layak untuk investasi, hal ini cocok sekali untuk type trade yang suka melakukan Swing Trading (Close Posisi lebih dari 1 hari, bahkan terkadang ada yang close posisi hingga 5 tahun)

Saham yang turun menujukan perusahaan tersebut susah berkembang atau bahkan bahaya bangkrut

Salah satu hal terpenting untuk trading saham harian adalah harga saham itu sendiri yang terus bergerak naik turun bahkan dalam hitungan detik.

Bagaimana anda menentukan kearah mana harga saham?

Trend memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang day  trader ( trading saham harian). Trend terjadi di bursa saham karena perilaku transaksi yang terjadi antara buyer dan seller  dan itulah yang menyebabkan harga bergerak detik demi detik

Kita mengenal banyak sekali pola yang ada, sebut saja pola head and Shoulder yang sangat terkenal

Inverse Head and Shoulder Chart Pattern

Kedua pola trend diatas biasa dipakai oleh trader saham harian ataupun bulanan untuk menentukan apakah trend tersebut naik atau turun

Dibawah ini adalah gambaran bagaimana cepatnya trading saham harian di Bursa Saham Amerika 

Kenapa Melakukan Trading Saham Harian?

Hampir semua pakar yang kita kenal tentu menyarankan untuk tidak melakukan trading saham harian di Bursa Saham Amerika baik index saham SP500, Dow Jones, Nasdaq ataupun US stocks lainnya seperti AAPL, MSFT, FB dan lain sebagainya, akan tetapi kenapa kami malah rekomendasikan mengenai trading saham harian

Tentunya ini harus dilakukan dengan benar, bukan dengan TANPA PENGETAHUAN yang jelas ..tanpa pengetahuan dan bimbingan, modal anda akan tergerus habis tanpa sisa bahkan pada hari pertama anda mulai trading. Sangat mengenaskan bukan?

Untuk dapat mendapatkan return yang baik, seorang trader saham tahunan , dikenal dengan swing trader harus mempunyai modal yang cukup besar terutama jika hasil tradingnya akan digunakan untuk keperluan hidup. Rata Rata Index Saham USA SP500 bergerak naik 8% per tahun, kadang lebih dan kadang kurang..dan jika kita investasi dengan pengembalian 8% pertahun, sedangkan anda butuh Rp 100.000.000 per tahun , anda butuh Rp 1.250.000.000 dimana angka ini relatif besar terutama saat pandemi ini

Bandingkan dengan trading saham harian dimana anda hanya membutuhkan modal yang sangat jauh lebih minim untuk bisa menghasilkan penghasilan lebih besar bahkan SETIAP HARI( tentu ada hari dimana kita rugi, atau tentu ada hari dimana kita gak trading karena kesibukan / hal penting lainnya).

Trading Saham HARIAN di Trading Addict

Apa yang dilakukan oleh kami untuk trading saham harian di Jakarta? Apakah kami melakukan hal seperti yang biasa orang lain lakukan yaitu menebak arah market?

Sudah lihat Video simulasi trading harian diatas? Lihat deh kalau belum, dan coba perhatikan selama 10 menit, anda sudah jago sekali kalau tidak merasa pusing melihat video tersebut karena angka terus bergerak karena ada nya transaksi penjualan buyer dan seller

Kami Trading Saham Harian menggunakan Option Selling dimana kami tidak perlu lagi melihat arah pergerakan saham tetapi cukup memetakan kemana arah saham tidak bergerak.

Gambar diatas adalah ilustrasi untuk mulai menjual CORN. Harga CORN saat itu adalah $10.20 dan asumsi melakukan trading SELL PUT di harga $8.40 artinya selama harga CORN bergerak turun , atau naik atau sideway pun, kami tetap bisa mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga

Hanya yang perlu diwaspadai adalah ketika harga berhasil menembus harga $8.4 maka kita perlu melakukan adjustment atau cut loss

Jadi, sangat gampang sekali bukan? 

Hal yang sama akan kita lakukan untuk trading saham harian kita di index USA yaitu SPX (SP500). Hari ini , 26 agustus 2020 index SP500 ditradingkan di harga 3450, maka kita cukup membuat batasan atas misalnya 3500 dan batasan bawah misanya 3400, DAN jika penutupan US Market index SPX berada diantara 3400 dan 3500 maka kita bisa menang/ mendapatkan keuntungan dari hasil trading saham harian di bursa saham Amerika

Dibawah ini ada penjelasan mengenai Trading Saham Harian di Index USA (SP500) dengan Option Selling, demikian penjelasan mengenai belajar trading saham harian di jakarta, semoga menjadi lebih jelas

 

Materi diatas akan dibahas pada acara di bawah ini:

Exclusive Seminar Trading Saham Harian dengan Options Selling

Topic:

“Cara Smart Trading Saham dan Options di Bursa Saham Amerika”

Venue : Jakarta