Cara Trading Saham USA di Indonesia

Apakah ada cara trading saham USA yang baik? Jika mendengar kata saham USA , maka yang terlintas di benak adalah kebebasan finansial yang sangat menggoda dan mahal. Selalu indentik seperti itu. Mahal dan wah tradernya pasti untung luar bisa besar.  Sebab kita tahu jika trading saham dan kita bisa trading sampai sukses pasti akan membawa kita pada perbaikan ekonomi. Karena itulah banyak sekali trader saham yang mencari strategi ampuh supaya bisa sampai ke kebebasan finansial secara instan. Tetapi pada kenyataannya, mempelajari cara trading saham USA di Indonesia sangat susah dan trader wajib belajar step by step dimana hal ini merupakan hal mutlak dan harus dilakukan. Jangan anggap enteng, sebab para trader yang sudah berpengalaman sekalipun masih harus terus belajar supaya mereka tetap bisa menyesuaikan diri mereka dengan kondisi pasar yang dinamis alias selalu berubah-ubah sesuai trend.

Siapa yang menyangka jika strategi yang berjalan lancar hari ini,rupanya malah mengakibatkan loss besar-besaran di minggu berikutnya, maka karena itu penyesuaian selalu perlu dilakukan tiap waktu. Lantas, materi apa saja yang akan dipelajari saat belajar trading saham USA lengkap? Berikut adalah 3 teknik dasar cara trading saham USA yang wajib diketahui oleh trader.

  • Trading Sesuai Trend atau “Trade with the Trend”

Ini teknik pertama yang harus dikuasai, trader tak boleh melawan trend sebab bisa berakibat fatal bagi sejumlah uang yang sudah dijadikan modal, walau demikian ternyata ada juga teknik trading yang ‘melawan trend’. Hanya saja jika ingin untung, baiknya ikuti ‘trade with the trend’ saja.

Cara mainnya adalah pada saat trend naik atau uptrend, disarankan para trader langsung membuka posisi ‘buy’. Lantas saat terjadi sebaliknya yakni downtrend, posisi ‘sell’ yang dibuka oleh trader. Supaya bisa trading di antara tiga trend, trader harus lebih cermat. Tiga trend  lainnya adalah bullish atau pada saat harga saham naik, bearish atau pada saat harga turun, serta sideways atau ranging yakni saat harga bergerak naik-turun di dalam kisaran yang sempit.

  • Beli di Harga Terendah atau ‘Buy at Support’

Kalau yang satu ini artinya seorang trader itu membuka posisi ‘buy’ pada suatu harga saham ketika harga dari saham tersebut sedang berada di level terendah (level support). Ekspektasinya adalah setelah harganya mencapai level terendah, maka sedikit-sedikit harga akan merangkak naik, untuk mengikuti teknik ini maka trader wajib mempelajari teori support-resistance sampai mahir.

Banyak yang merekomendasikan untuk melakukan buy saat harga bullish sedang terkoreksi, teknik ini tetap saja butuh ketelitian sebab trend bullish pun rupanya harga tak melulu mulus naik terus, sebab kenyataannya ada beberapa kasus dimana grafik ‘terkoreksi’, jadi harganya mundur sebelum kemudian akan naik lagi. Nah, tepat pada momen itulah waktu yang paling tepat untuk lakukan ‘buy’ pada saham yang sudah kita pilih

  • Jual di Posisi Puncak atau ‘Sell at Resistance’

Sementara itu yang terakhir ini merupakan kebalikan dari dua poin yang telah disebutkan di atas, cara  tradingnya adalah saat harga sedang berada di puncaknya atau level resistance, langsung buka ‘sell’, nah pada saat itu harga akan berbalik dari naik menjadi turun. Selain itu disini juga adalah langkah yang sangat bagus untuk ‘sell’ pada saat trend bearish sedang terkoreksi.

Memang ada banyak sekali teknik trading saham  yang terdengar mudah, akan tetapi cukup sulit untuk diterapkan, apalagi tanpa bimbingan dari ahlinya. Maka karena itu, usahakan utuk belajar trading saham terutama cara trading saham USA lengkap sebelum mulai trading, bekali diri dengan pengetahuan dasar dan juga usahakan semua teknik trading yang akan dilakukan diuji terlebih dahulu di akun demo.

Trading Options Selling di Indonesia

Selain dari ketiga hal diatas, kami melakukan trading di saham USA dengan membeli saham dan melakukan sell pada saham USA tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan premium bulanan, kami akan membahas 3 (tiga) strategi super ampuh disini

Strategi cara trading saham USA yang pertama

Logika cara trading saham USA adalah sebagai berikut;  Diumpamakan rumah, Bapak/ Ibu membeli rumah dan telah membayar LUNAS harga rumah tersebut. Kami tidak bicara rumah baru atau rumah bekas pakai tetapi rumah yang sudah dibayarkan LUNAS. Kemudian dikarenakan suatu lain hal, rumah yang dibeli tidak jadi dihuni dan Bapak/ Ibu menyewakan rumah tersebut kepada pihak lain baik melalui broker rumah ataupun langsung.

Sama seperti saham USA, cara trading saham USA kami adalah membeli saham dan menyewakan saham tersebut kepada pihak lain yang kami tidak kenal baik secara harian, bulanan maupun tahunan.

(No Matter Price Direction)

Kami suka dengan strategi ini dikarenakan sekalipun harga saham turun, kami tetap dapat menikmati profit. Seperti illustrasi pembelian rumah diatas., misalnya rumah yang dibeli tidak naik harga dikarenakan misalnya ditinggal kabur pengembangnya, akan tetapi selama rumah tersebut masih laku karena dikontrak/ disewakan, kita bisa terus mendapatkan profit dari uang kontrakan.

Oleh karena itu, strategi ini tidaklah membutuhkan analisa terlalu banyak dan tidak perlu melihat chart setiap hari. Cukup luangkan waktu 1 menit saja melihat di HP atau setidaknya seminggu 1-2X melihat posisi, dan pada waktu masuk posisi juga tidak diperlukan analisa yang terlalu ribet, lupakan segala macam indicator berbayar ataupun gratis.

Strategi cara trading saham USA di Indonesia yang kedua

Kembali pada illustrasi diatas, misalnya kita tidak mempunyai cukup uang bagaimana? Ada jalannya yaitu kita menyewa rumah kepada pemilik rumah selama minimal 2 tahun dan menyewakannya lagi kepada pihak lain, misalnya sewain harian dengan applikasi air bnb atau kita menyewakannya secara mingguan, misalnya kepada keluarga pasien yang mana ada keluarganya sedang sakit dan sedang dirawat di rumah sakit.

Strategi cara trading saham USA yang kedua hampir mirip dengan strategi cara trading saham USA yang pertama, hanya yang berbeda strategi pertama kita harus membeli saham/ atau rumah, dan strategi kedua ini kita tidak membeli saham jadi artinya kita bukan membeli sahamnya tetapi kita membeli product derivative nya selama masa minimal 2 tahun dan melakukan posisi SELL setiap bulannya guna mendapatkan premium bulanan. Ini yang dinamakan membeli options leaps 2 tahun dan sell dilakukan menjadi satu

Tujuannya jelas yaitu profit tanpa memperdulikan arah lagi dan hal ini sangat menguntungkan sekali dimana analisa masa depan dengan data masa lalu adalah hal tersulit yang pernah ada. Contoh paling gampang adalah ramalan cuaca, pertanyaannya apakah ramalan cuaca bisa dipercaya?  Tentu, karena didukung teknologi yang luar biasa hebat. Apakah bisa salah memprediksi? Tentu saja, jika 100% benar bukan ramalan lagi namanya, tapi suatu kepastian. Apakah hari mendung pasti akan hujan? Bisa iya bisa juga tidak. Yang namanya ramalan adalah prediksi suatu kejadian di masa depan, dan itulah yang sedang dilakukan oleh teman teman trader yang bukan trading saham usa dan product derivativenya

Strategi cara trading saham USA ketiga

Strategi ini adalah strategi yang sangat luar biasa. Kembali pada illustrasi diatas, kita sudah belajar membeli rumah dan menyewakannya kembali, yang kedua adalah menyewa rumah 2 tahun dan menyewakannya lagi harian atau bulanan, nah yang ketiga adalah menyewa rumah selama  satu – dua bulan dan menyewakannya lagi dengan harga yang lebih tinggi kepada pihak lain. ( Baca : Perbedaan trading saham, index, forex dan optionsstrategi trading saham amerika menggunakan options)

Ini adalah strategi yang luar biasa dimana kita hanya perlu sewa rumah selama dua bulan, jadi sudah ada penyewa yang mau sewa selama 2 bulan misalnya dengan harga Rp 2 juta, dan kita mencari lagi rumah dengan harga Rp 1,5 juta. jadi kita langsung untung sebanyak Rp 500 rb. Suatu hal yang luar biasa. ( Baca : cara cepat trading options untuk pemula)

Strategi ini tidak dibahas di artikel ini dikarenakan cukup rumit, tetapi kami akan membahasnya di Seminar Options Selling  yang akan diadakan di :

  • Venue  : Hotel Amaris Mangga Dua Square
  • Waktu : 09:00 AM – 12:01 PM
  • Tanggal : Sabtu, 12 Januari 2019
  • Biaya Rp 50,000/ Single , Rp 80.000/ Couple dan Rp 150.000 bayar di tempat

Peserta yang wajib ikut adalah :

  • Calon trader yang memang belum tahu apapun mengenai saham dan instrumennya
  • Peserta yang mau tahu apa itu saham dan options
  • Peserta yang pernah kenal Options tapi gak tahu apa itu Options Selling